Nasi Goreng Mafia

Tiap malam setelah beberapa hari melewati Jl. Dipati Ukur, Bandung saya melihat tempat ini selalu ramai sekali. Saya jadi penasaran, kata temen sih emang lagi rame banget nih tempat di Bandung, katanya juga baru buka beberapa bulan silam.
Nasi Goreng Mafia, itulah namanya. Pas masuk rada susah nyari tempat akhirnya dapet slot dipojokan buat sendirian.
Nama nama Nasi Gorengnya di menu sendiri menarik, ada Godfather, Gangster, Preman, Triad, Yakuza, Brandal. Sayang ga ada "La Eme" nih hmm. Saya penasaran lalu memesan Brandal yang harganya paling mahal disini, yakni 17 ribu.

Meskipun warna warni namun tema tempat makan ini ialah mafia, bisa terlihat dari gambar2nya dan status2nya. Mungkin sang pemilik Nasi Goreng Mafia ini memang sudah memikirkan masak masak di kota yang penuh dengan geng motor ini, mereka juga butuh wadah untuk makan, maka dibuatlah nasi goreng mafia ini. sayang akhir akhir ini sudah ada jam malam yang kabarnya jadi mengurangi aktivitas para geng motor dan mungkin nasi goreng mafia sudah tutup sebelum jam malam :(

Mungkin ini bisa berarti banyak pelanggan yang datang justru ingin menjadi gangster, admit it, didalam diri kalian pasti ada keinginan untuk menjadi badass, atau orang yang ditakuti seperti mafia, jadinya makan di nasi goreng mafia adalah step awal dari itu semua (apasih garing)

Ini Brandal, nasi goreng + kemangi dan rempah rahasia (katanya), oh iya di setiap nasgor kita bisa memilih tingkat kepedasan ada menenangkan, menyesakkan, merisaukan, menyesal, sampe yang paling tinggi yakni mematikan. saya pilih yang merisaukan saja. rasanya ternyata lumayan enak dan porsinya besar, pantesan aja laku, ini rada rada portugal soalnya (porsi tukang galian).
Yonathan Harvridus, 26
Unemployed/Wota
"Emang lagi rame euy disini mah, ini wa pesen Godfather. menu yg wa mam itu manis pedes, jadi cocok buat yg ga terlalu demen pedes. kyk gw"

Bung yonathan yang biasa dipanggil "joph", seorang wota yg ternyata makan didepan saya bilang bahwa dia sudah makan disini sebelumnya sama wota yang namanya luhur, dan dia waktu itu makannya Godfather juga, Godfather, yang juga merupakan nama film boxoffice yang sempat menempati urutan pertama di IMDB.com, itu ironisnya adalah nasi goreng yg paling murah disini (11 ribu), dan rasanya manis seperti kematian Vito Corleone, the family guy. Namun sama joph malah dikasih extra pedas, gimane sih ck. mungkin biar rasanya jadi sama kayak mafia mafia lainnya yang lebih mahal dan pedas. Saya yakin ini bukan karena bung joph pengangguran, (katanya) dia kerja freelance juga akhir akhir ini, namun duitnya dia tabung untuk buat beli merch idol idolan. ck. :(
Ini nasgor Godfather. yang kebetulan saya cicipi rasanya jadi rada aneh gara2 dicampur pedes, tapi enak sih. tapi saya sukaan brandal.

ini juragan juragan yang ngegoreng mafia mafianya

ah udah ah. 7/10

JAJALED!

THREE BUNS

Mari kita membahas restoran burger yang dalam waktu beberapa hari saja sudah ngetop inih.
Three Buns, restoran spesialis burger yang terletak di Jl. Senopati Raya, Jakarta disebelahnya bekas Bakoel Coffee dulu.
Dari depan udah keliatan kalo tempatnya berkesan outdoor gitu karena pintu yang kebuka dan ceiling yang tinggi, terus didepannya ada mobil tulisannya threebuns. Dan ada logonya yakni anjing yang ironisnya jadi ekspresi saya selama experience makan disini, saya jadi sering ngomong kata itu. Seperti biasa parkiran mobil suka penuh dan susah carinya. dan jalanan di senopati raya jadi sering macet karena peristiwa parkir memarkir ini, karena tiap restoran di senopati cuman punya kapasitas parkir palingan cuman sekitar 5 mobil doang, sedangkan pengunjung yang dateng ada banyak, alhasil solusi mereka menyediakan valet parking yang kudu bayar (lumayan) lagi. Saya pun parkir diseberang Three Buns yang kebetulan ada mobil baru keluar, didepan tempat usaha yang sudah tutup (saat itu sudah jam 9an malam). Turun dari mobil tukang parkir minta dibayar 10 ribu rupiah (kenapa sih udah parkirnya dipinggir jalan bayarannya lebih mahal dari pada makan di mall), saya jawab bayarnya nanti aja pas pulang dianya nolak minta bayar duluan. Anjing!

"mas bayar dulu nih parkirnya"
"berapa?"
"biasa, 10 ribu"
"wah mahal banget mas"
"emang biasanya segitu mas"
"kalo gitu saya bayar pas pulang aja ya"
"ga bisa mas, musti sekarang"


Masuk masuk disambut pelayan yang memberitahu konsep restoran ini adalah seperti garden party, santai, jadi bebas duduk dimana saja, saya pun langsung melihat tempat duduk yang bertingkat seperti auditorium kampus saya dulu. Jadi seperti makan sambil nonton orang maen basket. Ada pun meja makan tapi ada juga yang "rela" duduk sambil nenteng burger untuk dimakan. Yah gapapa kan konsepnya garden heuehehe. Saya pun melihat menu yang diberikan pelayan tersebut dan...




Anjing! (part. 2), Harga Burger burgernya 95-125 ribu dan belom termasuk sidedish dan minum, ini lebih mahal daripada restoran johnny rockets yang saya sudah kira mahal itu. Keinginan untuk keluar dari tempat ini dan cari makan ditempat lain pun muncul, tetapi nampak sudah susah dilakukan, saya berada dalam posisi yang sulit, seperti ketika Page Hamilton hendak ingin meneruskan Helmet dengan personil baru atau lanjut dengan nama band baru. Maju tampaknya gak ok, mundur pun gak ok, mengingat saya sudah bayar 10 ribu ke tukang parkirnya (bodo amat gua emang perhitungan) dan saya udah terlanjur masuk kedalam restorannya. akhirnya saya membulatkan niat saya untuk makan di threebuns dan memesan Four Floors (yang paling mahal 125 ribu) dan Baby Huey (95 ribu, yang paling murah) tanpa sidedish karena selain masalah keuangan, saya memang penasaran sama burgernya doang, seenak apa sih.
Ternyata mobil barusan dipake jadi tempat Kasir, jadi kita mesennya disini, terus saya sama kasirnya jadi teriak teriak gitu karena musik yang di setel di tempat ini cukup kenceng.
Karena meja di threebuns ga ada nomornya, jadi sistem mereka adalah setelah memesan mereka memberikan nomor ke sayah, saya dapet nomor 7. (kata temen sih lucky number)
Terus ada papan lampu lampu gitu yang isinya nomor ampe 30an, kalo nomor YBS nyala maka burger ente sudah kelar di masak dan bisa diambil (self service) ke bule bule yang masak burgernya.
Itu dapurnya isinya bule bule pada bakar daging dan ada bar juga dengan bule yang meracik minuman, minuman bisa diambil duluan sebelom makanan jadi, tinggal kasih struk aja. Saya mesen minum Ice Green Tea sama Ice Classic Tea yang masing masing harganya 30 ribu.
Ice Green Tea
Wow art. Titans.

saya yang tadinya duduk di tempat yang mirip tangga auditorium akhirnya berhasil nyamber meja yang baru saja ditinggalkan pengunjung lainnya. tempatnya sih lumayan adem, saya kirain panas kalo liat dari luar. btw, ini banyak bulenya kabarnya emg karena ada affiliasi sama potatohead (emangnya kalo potatohead harus bule?), sekilas memang suasananya mirip kayak potatohead sih.
Pesanan saya pun datang, saat saya ngambil si bule ngomong ke saya "ENJOY". Disini saya terenyuh, ucapan "ENJOY" nya itu mantap sekali, menyentuh sanubari ini. Aku pun menganggukan kepala kepada si bule sebagai janji bahwa saya yang diberikan tanggung jawab untuk mengenjoy burger ini, akan mengenjoy burger ini sampai titik darah penghabisan. "Ok sir, i'll finish this burger as soon as possible"
Ini Four Floors, yang harganya 125 ribu (semua harga belom termasuk pajak), burger termahal di three buns, berisikan daging 200g dengan cheese yang berlimpah serta sayuran.

rasanya BRENGSEKKKKK, ANJING! (part. 3) enakkkk, rotinya agak pahit tapi justru malah makin oke kombinasinya, kejunya juga melted gitu hmmm saya makan sampe habis lah sampai lupa kalo ini harganya mahal dan harusnya saya makannya pelan pelan aja.

 Yang ini Baby Huey, burger paling murah berisikan daging 150g, versi litenya four floors. enak tapi tak sepuas four floors.
 Selain itu mereka juga nyediain homemade sodas (istilah mereka "jerks", haha), saya pesen Sherbia Hancock (30 ribu) karena Bare Roots Cola sudah habis kyknya. Bentuk gelasnya menarik terlebih dari ucapan ENJOY (yang sangat mantap diucapkan) sang bartender saya jadi merasa worth it bayar segitu.

Sherbie Hancock rasanya seperti lemon squash gitu deh.


Ini billnya (bodo amat yang kedua kelupaan dirotate soalnya tanggung udah mau kelar). ANJING! *part.4* 300 rebuannnn untuk 2 burger dan minum, jadi kira kira kalo satu orang makan disini amannya kira kira perlu siapin 200-250 ribu untuk makan sama minumnya (kalo mau termasuk sidedish yang harganya 35-55 ribu). mahal. makanannya sih enak (beef 200gr untuk harga burger 125 ribu yaudahlah saya terima aja, biasanya steak 200gr juga segituan, eh tapi ga pake sidedish ck mahal deng). cuman harganya mahal, untuk tempat makan dengan harga mahal pun saya rasa tempatnya kurang asik juga, udah ngobrol ama orang susah gara2 brisik, parkiran dipinggir jalan (ditagih 10 ribu pula ama tukang parkir, nyayur pak?). Harusnya harga burgernya cuman kisaran 50 ribu aja nih, tapi ucapan ENJOY dengan lafal mantap dari sang bule itu worthnya 100 ribu, jadinya saya ikhlas deh bayar 323,400 untuk 2 burger dan 2 minuman. oke? oke deh. 

8/10

JAJALED!