Etto Pasta

Iya ini saya lagi, masih di benua yang sama. Mumpung lagi seharian di rumah #curhat. Kali ini kami akan mereview pasta favorit teman saya. Bisa custom juga lho. Alamatnya di 261 Clarendon Street, South Melbourne.


Saya pikir semacam produk publikasi di dalam bentuk post card. Tapi ternyata semua post cardnya adalah milik promosi Etto Pasta. Walau desainnya tidak lucu-lucu amat, sensor barang gratis saya tetap mengharuskan saya untuk mengambil banyak.

Dan, ini dia menunya.


Bentuknya selebaran. Jadi bisa dibawa pulang, kalau kalau kangen. Bisa pilih sendiri lho pastanya. Di dalamnya didisplay jenis jenis pastanya, jadi tidak perlu takut bingung. Kami pun memutuskan duduk di luar. Di bawa payung payung kuning, romantis kan.


Dan setelah mengobrol soal nuklir Korea Utara selama kurang lebih 10 menit, pesanan kami pun datang. Jreng.

Black Truffle and Salami 14$
Creamy vettuchini memang selalu enak! Plus dengan salami, pasta yang ini saya suka.

Smoked Salmon and Roasted Capers 13$
Tadinya saya hampir mau memesan ini tapi tidak jadi. Oh ya, capers itu salah satu tanaman yang sering dipakai di masakan Italia (habis googling). Mau berkata apa, smoked salmon always taste good. Hu.

Smokey Pancetta Carbonara 13$
Yang ini pun super creamy, juga enak. Dicurigai dagingnya adalah daging babi jadi teman saya pun tidak menghabiskannya. Sayang sekali.

Roasted Vegetable Caponata 11$
A.k.a., pesanan saya. Yang membuat saya menyesal kenapa tidak mengambil menu creamy pasta daripada pasta dengan saus tomat nya. Saya pilih karena ingin terongnya. Tapi ternyata terongnya (1) kecil, dan (2) menggunakan terong hijau. Fix gagal. Cuma jenis pastanya yang membuat saya sedikit terhibur.

Dan kami pun ternyata tidak mampu menghabiskan porsi makanan kami, sehingga membungkus semua menu pesanan kami. Malamnya masih kami makan, lumayan, hemat. Ugh.


Kalau saya masih bekerja di kantor saya dulu, mungkin saya akan membawa packagingnya pulang untuk referensi. Bagian bawahnya menggunakan bahan yang biasa dipakai di cup pop mi. Kalau sudah ditutup, lebih lucu lagi bentuknya. Gemez.


Moral hari ini: kalau saja saya memesan creamy pasta saya pasti akan mengerti mengapa pasta ini difavoritkan oleh banyak orang. Untungnya rumput tetangga selalu lebih hijau, jadi saya masih akan dengan rela memberikan nilai . . . . . 8, 2 out of 10. Jajaled!

Kinfolk

Hey ya! Lama tidak berjumpa. Jajalable episode kali ini akan berpindah dari benua biasanya. Yak kali ini lokasinya akan bertempat di Melbourne, Australia. Ceritanya Jajalable goes (solo) to Melbourne mungkin ya #cie. Tempat yang akan direview kali ini berlokasi dekat dari tempat saya (menumpang) tinggal. Namanya Kinfolk dan beralamatkan di 673 Bourke Street, Victoria.


Pertama kali kami tertarik karena display di depannya. Kebetulan teman saya seorang visual merchandiser, menjadikan kami mudah tertarik dengan yang lucu lucu dikit. Kinfolk ini sistimnya seperti lembaga masyarakat, jadi keuntungan yang didapatkan akan diputar lagi untuk disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Sweet ya? Kalau di Indo mungkin terlalu banyak orang yang harus diberikan sumbangannya.


Ini ruangan penyambut di dalamnya. Bisa volunteer juga lho! Teman saya yang mendaftar katanya harus waiting list dulu. Sering kali pesanan datang untuk take away. Jalan kaki sambil pegang a cup of coffee, biar classy mungkin ya.


Dan berikut ruangan makan di dalamnya. Cute ya? Ibaratnya kalau dapat pacar, luar dalam sama sama cute (yang di mana jarang terjadi).


Dan ini tempat duduk kami, tepat di balik kaca yang menghadap ke jalan. Maksud hati agar dikeceng pejalan kaki, tapi mungkin yang terjadi malah kebalikannya. Aduh gemesch deh (gemes glitch) melihat mini instalasi di tiap mejanya.


Dan ini dia pesanan kami. Iya sebanyak ini foto dan omong, pesanan kami cuma dua. Ya gimana, mahal sih.

Mocca Latte 3$

Vegetarian Frittata 8$
Sudah keburu di makan karena lupa mau difoto. Enyak! Isinya seperti macaroni tapi dengan kacang polong dan daun bawang. Sausnya seperti dip taco, ada rasa kacang tanahnya. Jangan protes ya soal harganya. Harga di sini memang segituan. Huh.

Oh ya. Tempat ini tutup jam 3 sore, lho. Alasannya karena minum kopi di atas jam 3 sore akan mengakibatkan susah tidur tepat waktu. Duh perhatian amat sih, masih ada aja orang baik di dunia ini.

Dan masih sempat sempatnya memberikan motivating quote sebelum kami pergi. Ugh.

Dengan perabotan dan instalasi ruangan yang super menggugah sanubari wanita seumuran perunggu ini, dan sistim perlembagaannya yang touching, walau sayang saya tidak makan banyak juga, saya akan memberikan . . . . . . 7,8 out of 10. Jajaled!