Loobie, Lobsters & Shrimps

Wuah! Lama sekali saya tidak nulis disini. Mungkin sedikit lagi saya bisa dipecat Pak Bos Disasterhead. Terakhir saya nulis kayanya waktu saya lagi mesra-mesranya sama pacar saya. Sepanjang masa vakum nulis disini, saya udah bolak-balik putus beberapa kali. Yang terakhir saya diputusin. Kata dia emang kita gak cocok aja. Tapi saya diajak balikan lagi tuh. Masih cinta katanya huhu so sweet, tapi jangan diulangin lagi ya :(

Jadi gini, di deket rumah saya baru buka gitu restoran yang menyajikan lobster dan udang sebagai sajian utamanya. Namanya Loobie, dengan tajuknya "Nice to SEA you". Terletak di jalan Gunawarman deretan seberang KFC di sebelah restoran Turkuaz si restoran Turkish dan salon Bice. Tempatnya kecil, tapi cukup nyaman untuk tempat yang baru buka kecil-kecilan. Ternyata yang punya sama kaya yang punya Holycow! Saya dan teman saya bertanya-tanya kenapa mereka ga menamakan Holycrab aja gitu dan sekalian menyajikan kepiting, tapi yaudah karena mereka jualnya lobster dan udang dan bukan kepiting jadi kita berenti memperdebatkan. Eh tapi temen saya bilang juga kalo toiletnya harusnya dikasih tanda "Holyshit!" atau "Holycrap!" gitu. Tapi yaudahlah. Gak penting.

Photo Courtesy of @loobielobster

Dari menu-menu platternya ada Lobster Platter, Big Shrimp Platter, dan Mix Platter. Saya dan tiga teman saya memesan Half Lobster yang disajikan dengan Calamari dan Nasi Putih, serta pilihan sauce nya Spicy Garlic. Ini dia seporsinya nih.

 (Ini foto saya beneran, pake efek-efek Path gitude)

Rasa Lobsternya enak, buttery dan punya aroma khas dari bumbu rahasianya. Crunchy sekali lobsternya. Tapiiiiiiiiiiii... Rasa enak lobsternya gak menutupi rasa kecewa saya sebetulnya. Calamarinya biasa aja, side dishnya nasi putih biasa yang menurut saya bikin menunya jadi kurang istimewa. Apalagi nasinya sedikit banget. Terus saosnya cuma saos sambel botolan biasa ditambah potongan bawang putih aja. Ini semua seharga 55ribu saja sih. Terhitung murah memang untuk lobster. Namun hufft. In the name of the Padangnese Clan, kutetap kecewa :(

Selain Lobster ada Udang yang gede juga sih, Half portionnya seharga 45ribu. Udang adalah pilihan yang lebih tepat apabila kalian semua gak suka dengan duri-duri lobster yang selalu menusuk dan menyakiti :(

Photo Courtesy of @loobielobster
 
Loobie nampaknya ingin meleburkan cita rasa seafood bule dengan lidah lokal. Namun menurut saya rada gagal. Sekedar masukan untuk Loobie kedepannya menurut saya hal-hal berikut perlu diperhatikan kalo mau melanjukan ini semua: *serius*
  1. Side dish sepertinya lebih baik French Fries aja. Lebih masuk dengan tipe seafood yang kering seperti ini. Kalo seafood saos padang ato saos tiram emang cocoknya sama nasi. Kalo ini sih gak cocok maaf :(
  2. Pilihan saosnya pedas semua. Selain Spicy Garlic, pilihannya Sambel Matah (Semacam sambel bali) yang menurut teman saya kurang edible. Loobie kurang perhatian sama kita-kita yang bukan penikmat pedas. Sudah terlalu banyak air mata yang mengalir, gak perlu ditambahin lagi dengan saos-saos yang pedas ini.  Kenapa gak ngasih pilihan classic tartar sauce aja. Mungkin kita akan lebih cocok :(
  3. Calamarinya bisa dong diganti udang-udang kecil, biar ada alternatif lainnya. Kamu gak ngasih aku pilihan :(
  4. Kalopun emang mau ngasih nasi, yaudah banyakin dikit kali ya, jangan pelit-pelit. Aku kan gak nuntut banyak :(
Tapi makasih ya selama ini udah dikasih Misu Gratis tiap ngetwit dan mention ke @loobielobster, didampingi dengan Green Tea size jumbonya seharga 12.500 saja :"")


Jam buka Loobie sama kaya Holycow! Dari jam 11-14 & 17- Sold Out. Layaknya menu-menu Grup Holycow! ini, selalu ada paket combo. Saya pecinta Buddy's combo di Holycow setiap Senin dan Selasa, murah meriah dan enak sekali hehehe.

Photo Courtesy of @loobielobster
 
Overall saya ngerasa kurang puas dengan perpaduan makanan yang disajikan Loobie terlepas dari rasa bumbu Lobsternya yang enak dan spesial itu. Mungkin karena Nubie makanan seafood internasional juga kali ya. Tapi semoga ini jadi masukan kepada Loobie untuk introspeksi yah supaya kedepannya lebih baik :(

5.99 out of 10 :(

Maaf, tapi aku rasa kita emang gak cocok aja. But I wish you good luck in everything :(

Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Yep. Percaya atau tidak, itu nama restorannya. Restoran ini sudah lama saya penasaran dari jaman sign-nya sedang akan dipasang. Melihat sign KEHIDUPAN besarnya, awalnya dugaan saya adalah: (1) Public Art, (2) Perusahaan Asuransi, atau (3) sebuah usaha untuk menghibur saya. Tapi ternyata isinya adalah *drumroll* sebuah restoran vegetarian.



Alamatnya di Jl. Pajajaran no. 63, Bandung. Ada di sebelah KFC Pajajaran, seberangnya Badung. Dekat dengan perempatan Istana Plasa situ.


Terasa seperti masuk ke lorong pencucian otak? Tiap layar berisi macam macam informasi akan mengapa menjadi vegetarian itu sama pentingnya dengan lulus sekolah 9 tahun. Dan masing masing dengan tayangan yang berbeda. Whew.

Artist & Tokoh Vegetarian - Vegan.
Tebak ada siapa saja di sana. Bukan, itu bukan saya di ujung kanan bawah.

Another brainwash attempt(s)? 

Nah, kembali ke makanannya. Bentuknya ternyata prasmanan. Dan paketnya murah, nasi dengan 4 macam sayur = 6 ribu saja.


Ada menu lain juga, kalau-kalau menu di atas prasamanannya tidak menarik hati.


Kami memutuskan untuk memesan Paket Sayur, daaaan, mengingat dulu saya pernah mencoba daging untuk vegetarian (dan suka!) maka kami pun memesan, sate!

Yang ada gorengan dan terongnya, sudah pasti punya saya.


Ceritanya daging rendang, enak! Rasa rendangnya tidak rendang sayangnya, malah manis. Tapi sebenarnya enak, kok. Mungkin dia memang bukan rendang. Mungkin dia sebenarnya koloke x rendang.

Mari coba satenya!
Tampak seperti daging asli? Tidak ketika digigit. Enak! Walau terasa seperti tepung (dan saya lemah pada tepung), tapi empuk dan enak. Untuk yang terbiasa dengan daging merah mungkin rasa daging ini seperti cemilan saja ya. Tapi untuk saya yang lemah dengan tepung dan tidak suka daging merah, daging imitasi mereka ini favorit saya sekali 

Dan setelah sekian lama, kami juga menemukan teman lama kami.
Another brainwash attempt? Saya akui poster ini memang provokatif. Bibir ungu, tato hitam dan merpati putih secara estetika memang paduan yang tepat.

Kesemuanya menghabiskan di bawah 20.000 untuk per menu. Plus, minumnya gratis. Tempat makan ini cocok untuk kalian yang gemar dengan sayur, dan tidak terlalu menyukai daging merah (i.e. saya). Overall, restoran ini saya berikan nilai *drumroll* 8.3 out of 10!


Sayangnya saya masih suka makan daging ikan, dan ayam. JAJALED!