Masak-memasak

Yow!
Udah lama nih ga posting. Ada beberapa review yang masih nganggur males nulisnya. Abis ga digaji sih nulis di blog ini. Coba kalo digaji.. (lirik-lirik Adyt).

Nah berhubung ga digaji, gw bebas dong ya mau nulis apa, yang penting masih berhubungan sama makanan. Jadiii ceritanya nih, sekarang gw lagi hobi.. masak! (lah kok narsis?? YEE TERSERAH GW DONG!!)
Kayanya si Wing juga lagi suka masak deh. Ya ga sih Wing? Tapi kalo liat foto-foto masakan dia di twitter sih kayanya masih enakan masakan gw. *kompetitif*

Anyway, gara-gara lagi suka masak memasak, akhirnya hobi coba-coba restoran jadi lumayan berkurang.
Soalnya nih, kalo masak sendiri itu ternyata murah banget dibanding makan di restoran. Apalagi kalo yang masak jago kaya gw, (kalo kaya Wing sih ga tau ya) serasa makan di restoran deh. Ya paling bedanya cuma musti cuci piring aja abis makan. Sama kalo ga enak ga bisa kasih review ngehe di jajalable.com.
Masa masakan sendiri mau dicela-cela sih?

Balik lagi ke murah, misalnya nih ya, masak steak. Beli di supermarket 70ribu bisa dapet prime sirloin 400 gr. Yang mana bisa buat 2 orang. (kalo Adyt sama Nca yang masih dalam masa pertumbuhan ya mungkin buat sendiri. Rega apalagi.)
Coba kalo makan di restoran steak? Mana dapeeett. Kecuali lo pacaran sama managernya.
Terus kalo masak ayam buat 2 orang, kalo mau fillet paling abis 25ribu sama bumbunya.

Gw ga tau lagi sih mau nulis apa lagi. Ini biar blognya hidup aja. Abis kasian udah lama ga diupdate.
Dari jaman si Adyt masih jomblo sampe sekarang udah jomblo lagi kayanya.


Nih beberapa buktinya hasil masakan gw:

Ini apa ya? Mozarella chicken gitu?

Ini parmesan burger.

Ini ga jelas, tapi enak.

Mashed potatoes sama butter steak.

Bulgogi favorit suami.

New Orleans chicken wings.


Gimana?
Kata suami gw sih enak-enak semua. *subjektif*

Yaa.. tunggu review selanjutnya aja deh. Apa gw mulai posting resep-resep aja ya?

Anyway, selamat datang kembali di Jajalable!

Etto Pasta

Iya ini saya lagi, masih di benua yang sama. Mumpung lagi seharian di rumah #curhat. Kali ini kami akan mereview pasta favorit teman saya. Bisa custom juga lho. Alamatnya di 261 Clarendon Street, South Melbourne.


Saya pikir semacam produk publikasi di dalam bentuk post card. Tapi ternyata semua post cardnya adalah milik promosi Etto Pasta. Walau desainnya tidak lucu-lucu amat, sensor barang gratis saya tetap mengharuskan saya untuk mengambil banyak.

Dan, ini dia menunya.


Bentuknya selebaran. Jadi bisa dibawa pulang, kalau kalau kangen. Bisa pilih sendiri lho pastanya. Di dalamnya didisplay jenis jenis pastanya, jadi tidak perlu takut bingung. Kami pun memutuskan duduk di luar. Di bawa payung payung kuning, romantis kan.


Dan setelah mengobrol soal nuklir Korea Utara selama kurang lebih 10 menit, pesanan kami pun datang. Jreng.

Black Truffle and Salami 14$
Creamy vettuchini memang selalu enak! Plus dengan salami, pasta yang ini saya suka.

Smoked Salmon and Roasted Capers 13$
Tadinya saya hampir mau memesan ini tapi tidak jadi. Oh ya, capers itu salah satu tanaman yang sering dipakai di masakan Italia (habis googling). Mau berkata apa, smoked salmon always taste good. Hu.

Smokey Pancetta Carbonara 13$
Yang ini pun super creamy, juga enak. Dicurigai dagingnya adalah daging babi jadi teman saya pun tidak menghabiskannya. Sayang sekali.

Roasted Vegetable Caponata 11$
A.k.a., pesanan saya. Yang membuat saya menyesal kenapa tidak mengambil menu creamy pasta daripada pasta dengan saus tomat nya. Saya pilih karena ingin terongnya. Tapi ternyata terongnya (1) kecil, dan (2) menggunakan terong hijau. Fix gagal. Cuma jenis pastanya yang membuat saya sedikit terhibur.

Dan kami pun ternyata tidak mampu menghabiskan porsi makanan kami, sehingga membungkus semua menu pesanan kami. Malamnya masih kami makan, lumayan, hemat. Ugh.


Kalau saya masih bekerja di kantor saya dulu, mungkin saya akan membawa packagingnya pulang untuk referensi. Bagian bawahnya menggunakan bahan yang biasa dipakai di cup pop mi. Kalau sudah ditutup, lebih lucu lagi bentuknya. Gemez.


Moral hari ini: kalau saja saya memesan creamy pasta saya pasti akan mengerti mengapa pasta ini difavoritkan oleh banyak orang. Untungnya rumput tetangga selalu lebih hijau, jadi saya masih akan dengan rela memberikan nilai . . . . . 8, 2 out of 10. Jajaled!

Kinfolk

Hey ya! Lama tidak berjumpa. Jajalable episode kali ini akan berpindah dari benua biasanya. Yak kali ini lokasinya akan bertempat di Melbourne, Australia. Ceritanya Jajalable goes (solo) to Melbourne mungkin ya #cie. Tempat yang akan direview kali ini berlokasi dekat dari tempat saya (menumpang) tinggal. Namanya Kinfolk dan beralamatkan di 673 Bourke Street, Victoria.


Pertama kali kami tertarik karena display di depannya. Kebetulan teman saya seorang visual merchandiser, menjadikan kami mudah tertarik dengan yang lucu lucu dikit. Kinfolk ini sistimnya seperti lembaga masyarakat, jadi keuntungan yang didapatkan akan diputar lagi untuk disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Sweet ya? Kalau di Indo mungkin terlalu banyak orang yang harus diberikan sumbangannya.


Ini ruangan penyambut di dalamnya. Bisa volunteer juga lho! Teman saya yang mendaftar katanya harus waiting list dulu. Sering kali pesanan datang untuk take away. Jalan kaki sambil pegang a cup of coffee, biar classy mungkin ya.


Dan berikut ruangan makan di dalamnya. Cute ya? Ibaratnya kalau dapat pacar, luar dalam sama sama cute (yang di mana jarang terjadi).


Dan ini tempat duduk kami, tepat di balik kaca yang menghadap ke jalan. Maksud hati agar dikeceng pejalan kaki, tapi mungkin yang terjadi malah kebalikannya. Aduh gemesch deh (gemes glitch) melihat mini instalasi di tiap mejanya.


Dan ini dia pesanan kami. Iya sebanyak ini foto dan omong, pesanan kami cuma dua. Ya gimana, mahal sih.

Mocca Latte 3$

Vegetarian Frittata 8$
Sudah keburu di makan karena lupa mau difoto. Enyak! Isinya seperti macaroni tapi dengan kacang polong dan daun bawang. Sausnya seperti dip taco, ada rasa kacang tanahnya. Jangan protes ya soal harganya. Harga di sini memang segituan. Huh.

Oh ya. Tempat ini tutup jam 3 sore, lho. Alasannya karena minum kopi di atas jam 3 sore akan mengakibatkan susah tidur tepat waktu. Duh perhatian amat sih, masih ada aja orang baik di dunia ini.

Dan masih sempat sempatnya memberikan motivating quote sebelum kami pergi. Ugh.

Dengan perabotan dan instalasi ruangan yang super menggugah sanubari wanita seumuran perunggu ini, dan sistim perlembagaannya yang touching, walau sayang saya tidak makan banyak juga, saya akan memberikan . . . . . . 7,8 out of 10. Jajaled!

Loobie, Lobsters & Shrimps

Wuah! Lama sekali saya tidak nulis disini. Mungkin sedikit lagi saya bisa dipecat Pak Bos Disasterhead. Terakhir saya nulis kayanya waktu saya lagi mesra-mesranya sama pacar saya. Sepanjang masa vakum nulis disini, saya udah bolak-balik putus beberapa kali. Yang terakhir saya diputusin. Kata dia emang kita gak cocok aja. Tapi saya diajak balikan lagi tuh. Masih cinta katanya huhu so sweet, tapi jangan diulangin lagi ya :(

Jadi gini, di deket rumah saya baru buka gitu restoran yang menyajikan lobster dan udang sebagai sajian utamanya. Namanya Loobie, dengan tajuknya "Nice to SEA you". Terletak di jalan Gunawarman deretan seberang KFC di sebelah restoran Turkuaz si restoran Turkish dan salon Bice. Tempatnya kecil, tapi cukup nyaman untuk tempat yang baru buka kecil-kecilan. Ternyata yang punya sama kaya yang punya Holycow! Saya dan teman saya bertanya-tanya kenapa mereka ga menamakan Holycrab aja gitu dan sekalian menyajikan kepiting, tapi yaudah karena mereka jualnya lobster dan udang dan bukan kepiting jadi kita berenti memperdebatkan. Eh tapi temen saya bilang juga kalo toiletnya harusnya dikasih tanda "Holyshit!" atau "Holycrap!" gitu. Tapi yaudahlah. Gak penting.

Photo Courtesy of @loobielobster

Dari menu-menu platternya ada Lobster Platter, Big Shrimp Platter, dan Mix Platter. Saya dan tiga teman saya memesan Half Lobster yang disajikan dengan Calamari dan Nasi Putih, serta pilihan sauce nya Spicy Garlic. Ini dia seporsinya nih.

 (Ini foto saya beneran, pake efek-efek Path gitude)

Rasa Lobsternya enak, buttery dan punya aroma khas dari bumbu rahasianya. Crunchy sekali lobsternya. Tapiiiiiiiiiiii... Rasa enak lobsternya gak menutupi rasa kecewa saya sebetulnya. Calamarinya biasa aja, side dishnya nasi putih biasa yang menurut saya bikin menunya jadi kurang istimewa. Apalagi nasinya sedikit banget. Terus saosnya cuma saos sambel botolan biasa ditambah potongan bawang putih aja. Ini semua seharga 55ribu saja sih. Terhitung murah memang untuk lobster. Namun hufft. In the name of the Padangnese Clan, kutetap kecewa :(

Selain Lobster ada Udang yang gede juga sih, Half portionnya seharga 45ribu. Udang adalah pilihan yang lebih tepat apabila kalian semua gak suka dengan duri-duri lobster yang selalu menusuk dan menyakiti :(

Photo Courtesy of @loobielobster
 
Loobie nampaknya ingin meleburkan cita rasa seafood bule dengan lidah lokal. Namun menurut saya rada gagal. Sekedar masukan untuk Loobie kedepannya menurut saya hal-hal berikut perlu diperhatikan kalo mau melanjukan ini semua: *serius*
  1. Side dish sepertinya lebih baik French Fries aja. Lebih masuk dengan tipe seafood yang kering seperti ini. Kalo seafood saos padang ato saos tiram emang cocoknya sama nasi. Kalo ini sih gak cocok maaf :(
  2. Pilihan saosnya pedas semua. Selain Spicy Garlic, pilihannya Sambel Matah (Semacam sambel bali) yang menurut teman saya kurang edible. Loobie kurang perhatian sama kita-kita yang bukan penikmat pedas. Sudah terlalu banyak air mata yang mengalir, gak perlu ditambahin lagi dengan saos-saos yang pedas ini.  Kenapa gak ngasih pilihan classic tartar sauce aja. Mungkin kita akan lebih cocok :(
  3. Calamarinya bisa dong diganti udang-udang kecil, biar ada alternatif lainnya. Kamu gak ngasih aku pilihan :(
  4. Kalopun emang mau ngasih nasi, yaudah banyakin dikit kali ya, jangan pelit-pelit. Aku kan gak nuntut banyak :(
Tapi makasih ya selama ini udah dikasih Misu Gratis tiap ngetwit dan mention ke @loobielobster, didampingi dengan Green Tea size jumbonya seharga 12.500 saja :"")


Jam buka Loobie sama kaya Holycow! Dari jam 11-14 & 17- Sold Out. Layaknya menu-menu Grup Holycow! ini, selalu ada paket combo. Saya pecinta Buddy's combo di Holycow setiap Senin dan Selasa, murah meriah dan enak sekali hehehe.

Photo Courtesy of @loobielobster
 
Overall saya ngerasa kurang puas dengan perpaduan makanan yang disajikan Loobie terlepas dari rasa bumbu Lobsternya yang enak dan spesial itu. Mungkin karena Nubie makanan seafood internasional juga kali ya. Tapi semoga ini jadi masukan kepada Loobie untuk introspeksi yah supaya kedepannya lebih baik :(

5.99 out of 10 :(

Maaf, tapi aku rasa kita emang gak cocok aja. But I wish you good luck in everything :(

Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Yep. Percaya atau tidak, itu nama restorannya. Restoran ini sudah lama saya penasaran dari jaman sign-nya sedang akan dipasang. Melihat sign KEHIDUPAN besarnya, awalnya dugaan saya adalah: (1) Public Art, (2) Perusahaan Asuransi, atau (3) sebuah usaha untuk menghibur saya. Tapi ternyata isinya adalah *drumroll* sebuah restoran vegetarian.



Alamatnya di Jl. Pajajaran no. 63, Bandung. Ada di sebelah KFC Pajajaran, seberangnya Badung. Dekat dengan perempatan Istana Plasa situ.


Terasa seperti masuk ke lorong pencucian otak? Tiap layar berisi macam macam informasi akan mengapa menjadi vegetarian itu sama pentingnya dengan lulus sekolah 9 tahun. Dan masing masing dengan tayangan yang berbeda. Whew.

Artist & Tokoh Vegetarian - Vegan.
Tebak ada siapa saja di sana. Bukan, itu bukan saya di ujung kanan bawah.

Another brainwash attempt(s)? 

Nah, kembali ke makanannya. Bentuknya ternyata prasmanan. Dan paketnya murah, nasi dengan 4 macam sayur = 6 ribu saja.


Ada menu lain juga, kalau-kalau menu di atas prasamanannya tidak menarik hati.


Kami memutuskan untuk memesan Paket Sayur, daaaan, mengingat dulu saya pernah mencoba daging untuk vegetarian (dan suka!) maka kami pun memesan, sate!

Yang ada gorengan dan terongnya, sudah pasti punya saya.


Ceritanya daging rendang, enak! Rasa rendangnya tidak rendang sayangnya, malah manis. Tapi sebenarnya enak, kok. Mungkin dia memang bukan rendang. Mungkin dia sebenarnya koloke x rendang.

Mari coba satenya!
Tampak seperti daging asli? Tidak ketika digigit. Enak! Walau terasa seperti tepung (dan saya lemah pada tepung), tapi empuk dan enak. Untuk yang terbiasa dengan daging merah mungkin rasa daging ini seperti cemilan saja ya. Tapi untuk saya yang lemah dengan tepung dan tidak suka daging merah, daging imitasi mereka ini favorit saya sekali 

Dan setelah sekian lama, kami juga menemukan teman lama kami.
Another brainwash attempt? Saya akui poster ini memang provokatif. Bibir ungu, tato hitam dan merpati putih secara estetika memang paduan yang tepat.

Kesemuanya menghabiskan di bawah 20.000 untuk per menu. Plus, minumnya gratis. Tempat makan ini cocok untuk kalian yang gemar dengan sayur, dan tidak terlalu menyukai daging merah (i.e. saya). Overall, restoran ini saya berikan nilai *drumroll* 8.3 out of 10!


Sayangnya saya masih suka makan daging ikan, dan ayam. JAJALED!