Jupe Fried Chicken

Akhirnya bisa menulis lagi! Butuh 6 tahun untuk bisa menulis lagi *curhat*. Eniweei, selamat untuk para kontributor yang berpasangan dan menjajal hidup baru. Nca juga ayo semangat skripsinya! Enak banget lho Nca rasanya, kayak lepas dari sembelit :(( (beneran). Big Boss juga ayo semangat. Tenang bos, cewek suka kok tipe cowok yang lone wolf gitu #cie #memotivasi.

Anyway. Review pertama saya setelah sekian lama jatuh pada pilihan,


JUPE FRIED CHICKEN. Yess, sebelum umroh, penyanyi dangdut ini ternyata sempat membuka usaha baru (jadi curiga). Letaknya di Jl. Ciumbeleuit, Bandung, kalau bingung, ada di depan Toko Seba. Bisa dibilang JFC ini semacam merchandise Jupe dalam bentuk fried chicken. Jadi jangan heran kalau menu yang kalian temukan akan seperti:



Hmmmmm no comment deh. Teman saya akhirnya memilih paket Jupe 2 seharga Rp. 13.000, dan saya dengan ketengan ayam + kentang + fresh tea = Rp. 18.000.

IHH. KECIL D:

Di close up pun tetap kecil. HUH.

"Tahu gini pesennya dada, ya" - isi hati. Kentangnya pun kurang oke. Seperti kentang yang sudah lama  dan dicoba dipanasin lagi tapi fail dan berakhir dengan ketidakcrispyan. Coba kita tanya guest contributor kita kali ini. Dia salah satu pembaca setia blog kita lho :">

Ayu, 23 tahun (Interior Designer)
"Mengecewakan."
(tapi sumringah. positive thinking ya yu, good!)

Tunggu, jangan bersedih dulu. Usaha Jupe untuk menghibur kita tidak berhenti di sini saja. Dia mencoba untuk menghibur pelanggannya dari setiap sudut yang memungkinkan.

Di sebelah meja kami.
Masih di sebelah meja kami.
Mau ke toilet pun dilihatin.
Naik tangga masih diikutin.
Definitely the biggest one. Persis di sebelah toilet.
(ukurannya memang tidak tampak besar ya kalau di foto, aslinya ukurannya hampir semeter) Jupe posesif juga ya sama aku :(

Sejujurnya. Secara pribadi sih saya lebih suka Jupe daripada Dewi Persik (cek aksi mereka di sini). Tapi untuk soal ayam goreng crispy dengan harga murah, di Bandung masih banyak franchise ayam crispy yang dijual di gerobak besi dengan volume yang lebih oke (i.e. Ayam Sabana, D'Criuk, etc.). Agak menyesal juga sih gak datang waktu pembukaannya.

(sumber: KapanLagi.com, more review here!)

Tapi ramai juga lho ngomong ngomong pengunjungnya. Everybody loves Jupe mungkin yaw. 6,5/10 deh. JAJALED!

9 comments:

  1. REGA aku baru 23 tahun lhoooo!!!!!

    ReplyDelete
  2. gak ada menu sosis kastanyo sekalian? katanya dada jupe, kok kecil sih :(

    *mulai porno, saya ganti topik*

    makasih ya reg semangatnya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. sosis kastanyooo.. najis lu ncha

      Delete
    2. SOSIS KASTANYO DONG! SARJANA HUKUM MACAM APA?!?!?!

      Delete
  3. lebih enak SABANA!! harga lebih murah n juga ayamnya jg gede, nasi pun lumayan..JFC mah ga enk n kecil gt, rugi~

    ReplyDelete
  4. kapan kapan mau nyobain ach dada jupe yang crispy.... hmmm

    ReplyDelete
  5. JFC Franchise sangat mengecewakan. Managemen nya hanya memikirkan keuntungan mereka, dan tidak menjaga hubungan dengan para franchisee nya. Tipe managemen yang kaku, tidak bisa mencari win-win solusi yang terbaik, dan hanya memikirkan kepentingan managemen pusat saja. Ada beberapa kasus yang sangat mengecewakan.

    1. Durasi proteksi wilayah yang sangat terbatas, tidak bisa di nego, dan waktu nya pendek.
    2. Training yang tidak memadai. Sewaktu persiapan trainer nya kurang detail dalam melatih. Mereka tidak melatih cara memotong ayam, sehinga cook nya kewalahan.
    Ketika waktu training di setujui kurang, trainer tetap ngotot ingin pulang tanpa di setujui pihak franchisee. Lalu pihak management pusat (franchisor) tidak bersedia menukarkan trainer supaya proses persiapan toko baru berjalan baik.

    3. Alat2 yang tidak disediakan dari pusat sewaktu persiapan, sehingga waktu training habis untuk mencari alat2 tersebut. Alat2 tersebut pun juga harus di bayar lagi diluar biaya franchise (seperti: piring, gelas, cutlery, steamer, rice cooker, dll).

    4. Musik + cd lagu yang tertulis di MOU akan disediakan, ternyata pada faktanya tidak di pikirkan&tidak di sediakan sama sekali oleh pihak franchisor (management pusat)

    5. Pada waktu grand opening, perwakilan management pusat (manager operasional nya + 1 orang rekan) tidak mau menghadiri acara, dengan alasan sakit yang menurut saya sangat tidak masuk akal bila 2 orang sakit dalam waktu bersamaan tanpa ada upaya untuk menghadiri nya.

    Secara kesimpulan, kesan pertama semenjak mengusahakan JFC, management nya kaku, arogan, tidak peduli akan kelangsungan bisnis franchisee nya, dan kebanyakan hanya peduli akan penjualan MERK FRANCHISE nya saja.

    Untuk kalian yang ingin berbisnis, sebaiknya di tinjau secara serius bila ingin memilih JFC.

    ReplyDelete