Hadramout

Samlekom! Dalam suasana ketar-ketir FPI yang makin mendarah daging di negara ini, saya ingin memperkenalkan makanan khas Arab Saudi kepada pemirsa. Apa hubungannya? Enggak ada. Saya udah lama sebenernya mau ngereview restoran ini, tapi gak sempet mulu ngajak Ayah-Ibu. Kalo makan sendiri saya gak mampu bayarnya :(
Semua Kambing yang disediakan adalah kambing yang tidak berlemak dan tidak berkolestrol dan kesegarannya terjamin.
...Demikian kata sang pemilik resto. Okeh! Restoran ini terletak di Jl.Tambak Raya no, 16A, Manggarai-Jakarta Pusat. Gedungnya sebelahan sama RSIA, hal ini membuat orang kalo mau parkir disunnahkan untuk dzikir terlebih dahulu supaya mendapat mukjizat kelak. Restoran ini bergaya Arab, dimana ketika masuk ke dalam langsung disambut embak-embak berjilbab yang logat ngomongnya juga udah ke-Arab-arab-an. Saya gak tau dia mantan TKW atau bukan, tapi yah begitu lah kira-kira.

Kita makan disini secara kekeluargaan layaknya orang Arab. Ya kalo diterapkan pada prakteknya emang lebih terlihat seperti keroyokan. Tapi karena belum biasa makan langsung di nampan TKP, saya minta piring aja deh. Duduknya juga bukan di meja, tapi lesehan yang dipisahin tembok-tembok, jadi semacam bilik. Tapi ada yang ada mejanya juga sih. Tapi ga seru lah, esensi makan Arabnya jadi hilang hihi.


Pertama-tama sama si embaknya dikasih alas plastik, lalu diatasnya baru disajikan makanannya. Sebagai pembuka dikasih roti pita dengan cocolan Kambing dibumbu curry agak bertomat. Menu makanan disini yang paling khas adalah Nasi Mandhi Kambing! Yak! Nasi Mandhi merupakan nasi arab yang panjang-panjang kering. *Hah?* Tapi enak kok rasanya hampir kaya nasi uduk tapi pake rempah-rempah dan kismis. Kambingnya dimasak di tungku bawah tanah kalo gak salah. Ternyata ini lah yang membuat daging kambing tersebut sangatlah empuk, gurih, dan mengakibatkan candu. Nasi Mandhi biasanya disantap dengan Yoghurt polos ditambah timun, plus semacam sambel yang saya gak ngerti kenapa bisa begitu rasanya.


Porsi Nasi Mandhi ini beraneka ragam paketnya. Ada yang untuk 2-3 orang , 6-8 orang, dst. Untuk yang 6-8 orang, nampannya seharusnya 1 yang bener-bener gede, tapi kita minta untuk dibagi dua biar terlihat agak beradab nantinya ketika mulai makan. Kayanya restoran ini bener-bener ngitung porsi orang Arab normal. Karena untuk 6-8 orang di menu, faktanya saya dan rombongan yang ber-10 masih juga nyisa gak abis. Belom lagi ditambah kepala kambing yang sudah empuk sekali sebagai bonus. Hmmmm ternyata lidah kambing enak juga. Daging pipi kambingnya juga, Subhanallah.

Oiya untuk minumnya, kita pesen teh merah arab pake mint. Apa ini teh maroko ya? Beda tipis kali yah? Disajikan dengan gelas imut-imut, satu poci harganya 38ribu. Huffft.


Untuk pencuci mulut, ada pudding caramel juga yang rasanya mediocre sih menurut saya. Tapi lumayan deh manis-manis abis makan kambing.


Wah, ternyata bisa delivery juga! Silahkan hubungi 3928148.

Overall, Hadramout memberikan anda sensasi santap-menyantap yang berbeda dari biasanya. Ditambah yang dateng kesini emang orang Arab tembak langsung. Tapi jangan takut. Mereka gak gigit kok, malah sholat berjamaah di biliknya. Hamdallah.

Saya kasih nilai 8.5 untuk Hadramout. Selamat mencoba, semoga barokah!

2 comments:

  1. waduh kalo buat orang tua kolesterol bisa naik :) nice review btw :)

    http://beforewehungry.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. hehehe kata yang punya kan gak berkolesterol, anggep aja gpp deh :p

    ReplyDelete