Sate Maulana Yusuf

Gak cociks rasanya kalau tinggal lama di Bandung tapi tidak pernah mencoba Sate Maulana Yusuf. Sate yang bertempat di Jln. Maulana Yusuf no. 21, tepatnya di depan gereja Maulana Yusuf, ini sudah terkenal dari lama. Termasuk favorit saya waktu dulu SD di Bandung. Tapi gak tahu ya bagaimana rasanya sekarang setelah saya besar dan puber. Maka dari itu, mari mari mari.

Dan ini dia pesanan kami. 


Jus Markisa. Es Teh manis. Sate kulit 5 tusuk. Sate ayam 10 tusuk. Dan ternyata ada yang masih memesan gulai kambing. Ckckckckckck.


Bumbunya memang maknyus. Saya lemah sih ya sama bumbu kacang. Jadi apa daya. Dagingnya pun besar dan, karena tidak hyper-empuk, jadi terasa lebih 'berbobot'.


Yah saya gak makan kambing. Kata pacar sih enak *tenang dia bisa dipercaya kok (kalau nggak, berabe). Kaldunya enak. Kaldu yang gak neko neko. Good.

Nah. Mari kita tanya pendapat pria yang menemani saya.

SENYUM WOI.
Pacar (28 thn)
"Ya, abis, sate yang enak di mana lagi? Cak Gino lebih mahal lagi malah."

Yah Cak Gino aku belum pernah nyobain #gakasik Kaosnya dari saya lho :"> *cihuy* Versi aslinya seperti ini (please di klik dong)

Anyway, karena ternyata total biaya yang dibebani dari seluruh pesanan kami adalah Rp. 90.200,00 dan biarpun enak tapi dasar sayanya pelit dan merasa di Bandung segitu kemahalan, tapi bapaknya dengan baiknya mendiskon si 200 peraknya, maka nilai yang diberikan adalah

8 out of 10

(takut pamali saya. depan gereja sih. deket pengkolan bencong pula.)
JAJALED!

Bloemen

Masih dalam misi pemelorotan dompet orang tua yang berniat baik berkunjung ke Bandung, tempat yang dipilih kali ini adalah *drum roll*

Bloemen | Jl. Boscha No. 45, Cipaganti


jeng jeng. #sejujurnya sudah lama saya (dan teman saya Rara tapi akhirnya saya makan di sini duluan -maaf ya ra, lain kali hayuk kok!) penasaran dengan tempat yang bertempat di Cipaganti ini, tepatnya di belakang pom bensin Cipaganti. Dari depan memang kelihatannya tidak terlalu besar, tapi ketika dicek ke belakang;  besar juga bo.


Bisa pakai bandung card juga lho #cie (seumur hidup belum pernah saya ketemu orang yang punya kartu itu). Dan ini dia menunya.


Whew. Baru dibuka, halaman pertama saja sudah mengguncangkan: 'Bloemen dalam bahasa Belanda berarti 'bunga'. Juni 2009, Bloemen mendapat bantuan tenaga ahli Master Chef dari PUM, Netherland Senior Expert untuk melatih juru masak kami.' Edan.


Dan ternyata di dalam list menunya pun ada salah satu menu yang ditulis: 'Voted 'Mak Nyus' in Wisata Kuliner Trans TV.' #whew Okay. Ekspektasi Tinggi mode: on.
Langsung saja. Ini dia menu tidak beruntung yang kami pilih.

 Sweety 50 (yoghurt plus jus strawberry kalau tidak salah) Rp. 17.500
+ Hot Tea (teh panas. ya iya lah) Rp. 7.000

Bruschetta Rp. 17.500

 Fried Mozarella Rp. 17.000

Entah kenapa, keju mozarella di sini rasanya lebih keras dan kenyal. Enak lho. Lebih berasa gak rugi. Dan saus bruschetta nya enak! Nilai plus untuk disain tampilannya yang mirip Patrick.

Creamy Veal Potato Rp. 28.500
 Nah ini dia si Maknyus. MARI MARI MARI #bismillahirohmanirohim


Subhanallah. Komentar saya kurang lebih sama deh dengan kalau memilih tukang nasi goreng: sekali saus yang dipakai tukangnya enak, pilihan menu apa aja pasti enak :(

Oh ya. Ibu saya yang susah kurus itu juga memesan nasi goreng.

Nasi Goreng Nyumput | Rp. 16.000

Gak abis kan. Dibilangin sih.
Dinamai nyumput karena ditaruh di bawah telur dadar #obviously. Sebenarnya nothing special dengan telur dadarnya. Tapi nasi gorengnya recommended. Rasa asin nasi goreng yang rumahan.

Dan ini dia menu favorit saya.

Roast Chicken with Lemon Sauce | Rp. 29.000

UH! Di sini saya menemukan mashed potato terenak sepanjang yang pernah saya rasakan. Iya! Kuning kuning di kiri atas itu mashed potato lho. Dan tidak seperti mashed potato kebanyakan, kulit di luar nya seperti kulit roti, masuk ke dalamnya baru rasa mashed potatonya. Aduh, sungguh alamakjang!

Anyway. Menu yang satu ini membuat saya ingin datang ke tempat ini lagi untuk mencoba menu roast chicken lainnya (specialtynya bo katanya! pantas enak).

Daan. Hal hal kecil lainnya yang membuat saya makin suka tempat ini.


Dan ini dia best partnya:
PETA RENCANA PEMBANGUNAN KOTA BANDUNG. FULLY WRITTEN IN DUTCH. Mampus. Serem gak tuh.

Akhir kata. Tempat menakjubkan ini berani saya berikaaaan
 9 out of 10!
Ahiyw. Gak percuma kan kokinya jauh jauh diterbangkan dari Belanda.


JAJALED!

We have an email now.

Pertama-tama kami minta maaf buat pihak pihak yang ingin mengajak kerjasama dengan jajalable culinary tapi bingung mau ngonteknya kemana. Akhirnya ditaro di shoutbox atau di comment. Tapi jangan khawatir, kini kita ada email! (kenapa ga dari dulu coba dibuatnya ck!)

So do not hestitate to contact us at :

jajalable at gmail dot com

Kami juga terharu nih ternyata ada juga yang mau ngajak kita kerjasama huhuhu.

Grab N Go Sandwich Works


Jadi tanggal 10 April kemarin saya dapet gratisan nonton Sum 41 di Ancol, tepatnya di Mata Elang International Stadium, wahh mata elang punya stadium, pasti lightingnya keren nih! Lumayanlah bernostalgia dengan Sum 41 mengingatkan saya akan masa SMP dimana Fat Lip menjadi soundtrack film American Pie 2, saya sendiri rajin sekali mendengarkan kaset All Killer No Filler (salah 2 dari album Sum 41 yang saya miliki, satu lagi debut mereka Half Hour of Power), band ini menurut saya merupakan band pop/melodic punk yang keren karena memiliki influence diluar band2 sejenis pada umumnya seperti gaya rap beastie boys, lick lick seperti band metal iron maiden/judas priest, bahkan mereka sempet cover lagu metallica dan duet sama kerry king, pada konser ini sih dia cuman cover metallica "master of puppets" dan rolling stones "paint it black". sepertinya influence metal tersebut didapatkan dari ex gitaris mereka dave brown sound/hot chocolate yang hengkang beberapa tahun silam, saya sempat kecewa pada album yang saat mereka bertiga doang...metalnya ilang. dan saya memutuskan untuk tidak nonton konser mereka beberapa tahun lalu di jakarta. namun kini mereka merekrut gitaris baru yang hobinya ngelempar pick gitar tiap lagu kelar dan nampaknya dibuat gimmick yang sama dengan dave brown sound, namanya aja mirip, brown tom/tone terus sempet disuruh solo gitar metal. halah. overall performancenya menghibur sih, sayang pas fat lip udah ga loncat2 gila lagi..nampaknya sudah tua. contoh cedric at the drive-in dong, dia masih ampuh loncat2 pada reuninya.

WOY MAKANANNYA KAPAN! ck.




oh iya ini jadi dibawah Mata Elang International Stadium ada beberapa tempat makan, salah satunya ini yang menarik mata saya, Grab N Go Sandwich Works, tapi kenapa saya malah mesennya burger..dumbass.. saya mesen burger wagyu mini seharga 40 ribu *ga pake pajak*,


soal rasa...uhmmm enak sih, tapi kecil *ya namanya juga mini*, maksudnya rasanya agak standard, ya standard enaknya wagyu lah, meskipun mereka mengklaim bahwa we only use australian beef, tapi seharusnya juga diseimbangkan oleh bumbu2 yang pas *sotoyyy*
salah satu penikmat burger yang bangga dengan kaos idol group lokal.
bonnya


saya kasih

7/10

JAJALED!





ps. oh iya yang penasaran sama lightingnya mata elang, nih dia pas sum 41 kmrn

Jakarta Coffee House

Location: Jl.Cipete Raya no.2, Jak-Sel.

Jadi beberapa hari lalu saya diajak teman untuk dateng ke tempat ngopi ini, saya harus membuat pengakuan dulu nih : sebenarnya saya bukan seorang coffee enthusiast, jadi lidah dan penciuman saya kurang peka sama jenis jenis kopi, diajak ngopi dimanapun saya mau (muree), yang penting sebenernya ya suasana aja sama kenyamanan tempat yang biasa dipake untuk ngobrol, meeting, atau mau internetan dengan wi-fi (oh iya wi-fi tuh harus ada di tempat ngopi). Pada hari itu saya sebenernya diajakin ke tempat ngopi dibilangan kemang yang terkenal dengan sineas sineas lokal yang suka nongkrong disitu *wah asik nih kapan lagi bisa berlagak kayak anak film beneran* tapi ternyata teman saya harus ketemu teman saya yang juga ternyata ialah teman saya juga *confusing haha* di Jakarta Coffee House yang terletak didaerah Cipete.

Kalau dari tampak depan sih tempat ini memang tempat ngopi kecil yang tempat parkirnya terbatas *didepan malah cuman muat 2 mobil* saya pun masuk kedalam. Weits ternyata teman saya (yang merupakan coffee addict. dia bahkan punya statement "coffee is God", juga katanya dia sudah sampai taraf dimana dia tidak bisa mikir kalo belum ngopi) yang sedang bertemu teman saya (yang juga temen saya barusan) sedang disharing tentang dokumenter yang sedang dibuatnya, yakni dokumenter tentang Kopi di Indonesia. Dari bagaimana definisi coffee adalah a cup of java, sampai dengan operasi belanda dengan indonesia di agresi militer silam yang ternyata berkaitan dengan perebutan/pembakaran ladang kopi. Yah gitu pokoknya seru deh. Dan dia bilang bahwa Jakarta Coffee House itu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis/dunia perkopian indonesia tanpa ada persaingan..istilahnya zona damainya ya di Jakarta Coffee House. Saya pun mencoba memesan, temannya teman saya yang juga teman saya ngasih tau bahwa saya sebaiknya memesan Ice Coffee Latte, tidak ada dimenu seharga 27 ribu.
Baiklah rekomendasi anda saya terima.
hmm diaduk2...rasanya kopi hitam namun manis....namun kyknya gulanya rada kebanyakan..no problem though.. yah oke lah.


duh ga ngerti mau ngasih skor berapa...

7.6/10 aja deh

JAJALED!