Makan Makan

Pertama-tama saya ingin minta maaf, karena selain saya sudah jarang posting, kameranya jelek pula. Maaf deh *gak tulus.

Oke. Makan-Makan terletak di Jalan Sawunggaling no. 2 Bandung, dekat dengan Madtari yang hype karena menjual indomie, di depan Bank Permata tepatnya. Sebenarnya tempat ini sudah lama saya kenal berhubung letaknya di depan kosan teman saya juga ya, tapi hari ini perdana saya akan mereviewnya. (img dari http://m.inilah.com/, saya lupa foto depannya ey)
 

Bentuknya sendiri seperti food court, kompilasi dari banyak tempat makan. Berbagai merek ditawarkan mulai dari Telorist (semua telor), Seafood, Steak, Bento, sampai Rumah Ubi. Yes! Rumah Ubi, juga salah satu alasan utama mengapa saya memutuskan mereview tempat ini. Rumah Ubi sendiri adalah toko yang menjual khusus ubi. Yes, mulai dari pie ubi, keripik ubi, lemper ubi, bagelen ubi, sayang bola ubi yang fenomenal malah ternyata tidak ada di sini. (pie ubinya recommended lho) Dan tidak beberapa lama ini mereka merilis produk ubi terbaru yang (tampaknya diharapkan) fenomenal. Jeng jeng.


Oh ya, untuk yang sedang berstatus seeking, ternyata tempat ini menyediakan penawarnya lho. AMAZING. (sayang saya sudah pensiun, eeeeeaaaaaa alhamdulillah *elus dada*)


Nah berhubung saya dan teman-teman saya masing-masing memesan dari 'merk' yang berbeda-beda, maka tema hari ini adalah: menilai personaliti dari jenis makanan yang dipesannya. (ps: kalau ada yang tertarik dengan dua wanita di bawah ini bisa hubungi saya lho)


Nama: Rosalia
Pilihan: Chicken Steak
Personaliti dilihat dari pilihannya: suka yang keras-keras, butuh perjuangan, tidak suka hal yang mudah didapatkan *aissssss (steak kan makannya susah tuh).
Personaliti sebenarnya: keibuan dan senang berolahraga *azek.
Review:  Enak 'sih'. Tepung rotinya enak dan bukan tipe steak yang menutupi daging dengan mendramatisir jumlah tepung dibandingkan dagingnya. Dengan harga 20.000an, overall steaknya pretty okay.


Nama: Isabella
Pilihan: Butter Rice
Personaliti dilihat dari pilihannya: suka yang kuning-kuning = suka kehangatan.
Personaliti sebenarnya: mendambakan pria kebapakan *aissssssss.
Review: Gigitan pertama enak, karena ada rasa menteganya. Tapi berhubung isi nasi di dalamnya banyak, dan sejauh ini yang ditemukan di antara nasinya hanya mentega dan bawang, tidak heran jika setelah gigitan kesekian lama-lama eneg juga (kata yang mesen juga gitu lho).


Nama:  *ehem* saya
Pilihan: Yamin Ubi Ungu Ayam Pedas
Personaliti dilihat dari pilihannya: ceria, funky, kreatif, the next miss universe alert.
Personaliti sebenarnya: idem.
Review: Sejauh ini, memuaskan. Rasa ubinya memang tidak terlalu terasa, tapi personally, berhubung menemukan yamin enak di Bandung itu susah ya (percaya atau tidak, yamin di Bandung dan di Jakarta atau Surabaya berbeda lho rasanya, bahkan secara halusinatif bentuknya seperti berbeda), yamin ini pun terasa enak. Daging ayamnya juga enak, berbumbu antara bali atau rica-rica atau rica bali rica. Plus dengan 14.000 pun sudah diberi pangsit berasa ubi pula (asyik!) yang mungkin biar hemat stok dihancur-hancurin jadi kecil. Overall enak, tapi kalau boleh lebih memilih, lebih baik yamin asin yang biasanya.


Overall sebenenarnya saya tidak terlalu merekomendasikan tempat ini yah. Karena biarpun tempatnya terlihat enak untuk heng ouwt (jual tower bir pula lagi), dan terkesan bervariatif menunya, dengan harga yang masih mahasiswa, tetap saja rasanya kurang terjamin. Sejauh ini dalam kesempatan yang berbeda saya sudah mencoba bento, sushi dan seafoodnya, dan ketiganya kurang memuaskan  (so-so). Plus pelayanannya kurang oke karena selain lama, sering terjadi kesalahan menu dengan makanan yang disajikan, kadang menu yang dibuat ternyata belum masuk dapur dan ternyata habis dan kalau tidak ditanya kita tidak diberi tahu. IH. Tapiii berhubung tempatnya enak dan variasi makanannya cukup membuat excited, daan Rumah Ubinya masih recommended lho (jus ubinya juga enyakk),

7 out of 10 deh. Jawjaledzzzzzz.

2 comments:

  1. Hallo, Saya Budhi,

    Baru minggu lalu saya mampir ke Rumah Ubi dan makan siang disana, yang saya coba saat itu adalah yamien ubi pedas + juice ubi ungu.
    Wah benar2 enak, tekstur mie ubinya unik, setelah makan yang yamien yang pedas, minum juice ubi ungu jadi terasa sungguh nikmat.

    Review lengkap pengalaman kuliner saya di rumah ubi saya posting di blog Tempat Makan Enak mohon kunjungi sekalian komentar ya, terima kasih.

    ReplyDelete