Sate Gule Tongseng Kambing Wong Kebumen


waw 100 followers di blogspot! nah nah jadi begini ceritanya, beberapa hari lalu ane ke bandung nih, pengen nyari sate buntel yang enak. kata bung jeko, seorang lulusan seni rupa dikampus ternama bandung yang enak itu didekat stasiun bandung dijalan kebon kawung, sederet dengan stasiun dan diseberang hotel mutiara. oke markijal...ini dia satenya, enak, empuk2 gitu dengan saus kacangnya. tapi kyknya kurang banyak :( satunya Rp.8000 belum termasuk nasi putih yang harganya 3000. minumnya es teh manis seharga sama.

ini totalnya, overall saya kasih 7.7/10

JAJALED!

Rumah Makan Legoh, Bandung

Entah kenapa setiap saya ke bandung selalu hujan deras. Mengapa? Apakah langit ikut merasakan tangis isakku? Rintik-rintik syahdu. Nasib.



Legoh terletak di Jl. Sultan Agung, Bandung deretan sebelum distro-distro macem Ouval Rsch dsb. Walaupun bentuknya kaya garasi rumah, Legoh menyajikan makanan murah meriah mulai dari seribu perak sampe 20ribuan. Murah banget yah, sesuatu banget.


Saya dan teman saya memesan Cumi Goreng Rica (16rb), Bebek Bakar Madu (20rb), Mendoan isi 4 (4rb), Nasi Goreng Hitam (14rb), Ayam Goreng Rica (16rb), Tahu Kemangi (10rb), dan Es Teh Manis Jumbo (4rb). Rasanya gimana yah, hmmmmmm biasa aja. Ketolong murahnya sih. Padahal saya udah milih yang dijempolin sama si Chef Leon. Denger-denger ni tempat punya drummernya Koil. Saya ga dengerin Koil sih, walaupun pernah dikasih cdnya sama mantan. Tapi abis itu saya kasih ke pacar saya yang selanjutnya dan ujung-ujungnya jadi mantan jugak. Nasib.


Nasi Goreng Hitam isinya cuma nasgor pake tinta cumi doang dikasih printilan cumi-cumi unyu yang kurang berasa sebenernya + telor ceplok. Tapi porsinya bener-bener gede, bisa jadi makan tengah atau emang kalo lagi dalam keadaan perut mahasiswa naas, mungkin bisa abis sendirian. Mendoannya biasa aja. Bebek Bakar Madunya alot banget, terus saya minta pisau sama si aa', tapi katanya "disini gak ada piso neng". Nasib.



Tapi saya suka banget sih cumi goreng ricanya. Mesennya yang sedikit pedas, jadinya lidah ga terbakar api cemburu. Tepungnya garing sekali disiram cabe-cabe, walaupun terlihat galak tapi rasanya cukup melekat di hati. Begitupun Es Teh Jumbonya. Hanya dengan 4rb dapet segede gitu. Sesuatu banget.



Overall, Legoh dari skala 1-10 saya kasih 6.5 aja. Rasa Mediocre tapi harga sobat minang!


Oiya, sedikit teaser, ini Mango Dessert dari Kedai Ling-ling yang kiosnya terletak di sebelah Legoh (D'Loops). Rasanya enak banget. Jus mangga di freeze dikasih jelly dan mochi. Mangganya dikasih apa saya ga paham bisa enak bgt. Harganya 15rb sih emang mahal, tapi enak banget. Lain kali saya review secara lengkap. Cobain deh, sesuatu banget.

Jajalable Culinary back on Facebook.

Namun kali ini berbentuk page. Yang group tidak terurus. Semoga dengan adanya ini kita bisa makin berdiskusi disana tanpa melupakan blog ini tentunya. hahaha tapi tenang ntar tahun ini tetep mau bikin domain kok. Serius.

Like Us Here

Rumah Makan Ibu Bunut

Hello, lama tak bersua, terakhir pas bulan puasa ya. kali ini bagaimana jika saya menuju LIKE EARTH a.k.a. SUKABUMI. terdapat sebuah makanan yang cukup ngetop disana yang dibawa oleh seorang ibu bernama bunut. yap. tidak salah lagi RUMAH MAKAN IBU BUNUT! terletak di persimpangan Jalan Suryakencana.
ini menunya, disini andelannya itu soto dan sop, bisa milih sendiri nih lauknya,
saya pesen soto campur tapi ga ngambil sendiri, nyuruh pelayannya, minumnya jus stroberi
ini lah si soto campur. rasanya tentu saja okeh. takarannya pas.
ini semuanya
dan ini billnya. jus stroberi 9000 soto campur 20000, nasi 4000. saya kasih 7.9/10 JAJALED!

Hamptons Cafe

Alohai, setelah lama saya vakum menulis disini, saya kembali dengan rasa buah apel segar! *apeu*

Hamptons Cafe terletak di Jalan Benda Raya, Kemang. Begitu masuk jalan benda, di sebelah kiri langsung ada ruko-ruko kecil. Hamptons menyajikan makanan imut-imut sebagai spesialisasinya seperti Canapes, Tartlets dan semacamnya. Cocok untuk yang mau duduk-duduk sore ngidam manis-manisan. Tempatnya didesign sangat rumahan ala western dengan furnitur-furnitur yang... yah, let's just say that this place is well furnished!


Saya mencoba tempat yang baru buka ga berapa lama ini dengan beberapa orang teman, supaya icip-icip makin merata *ga beli cuma modal gigit* :p

Saya memesan Strawberry Cheesecake Milkshake dan Carbonara Tagliatelle. Teman-teman saya memesan Yakult Milkshake, Red Velvet Milkshake, Nuttela & Hazelnut Milkshake, Red Velvet Cupcakes, dan beberapa jenis Tartlets. Suasana yang cozy membuat kami melupakan sedikit akan pesanan yang tak kunjung datang.


Bavarois Macarons, Strawberry Panna Cotta seharga 9ribu rupiah. KitKat & Nuttela Tartlets 7.5ribu. Kecuali Red Velvet Cupcake 35ribu.


Red Velvet Milkshake 22.5ribu


Tagliatelle Carbonara yang gak Carbonara banget seharga 37.5ribu


Ini Yakult Smoothies & Double Berry Smoothies kayanya, padahal saya mesennya Strawberry Cheesecake Milkshake. Ck. 22.5ribu.


Yang ini Nuttela & Hazelnut Milkshake 22.5ribu juga.

Pas dateng, saya langsung nyicip minuman satu-satu.
"Kok pesanan gw rasanya ga strawberry ya, apalagi cheesecake. rasanya kaya blueberry gitu. jangan-jangan salah?"

"Kok pesenan gw kayanya bukan Red Velvet yah? ini kayanya malah Strawberry Milkshake punya lo deh. Soalnya Red Velvet Milkshake tadi dipesen sebelomnya ga kaya gini rasanya"

"Kok tagliatelle carbonara gw kaya chicken mushroom ya? mana beef baconnya?!"


Errrrrrrr, kekecewaan pemirsa terjadi ketika si mas-mas salah ngasih orderan kita. Harusnya kecurigaan saya timbul seketika waktu dia mengulang pesanan, salah satunya ketika dia melafalkan "Cupcakes" secara literally "cup-cak-es". Saya complain dong ah, sekalian masukan buat tempat baru ini supaya kedepannya lebih teliti dengan pesanan pelanggan.


Tiara Talitha (kiri), Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi, Perintis Jakarta Street Looks :p
"Tempatnya rumahan banget, tapi ga murahan"

Ipeh Malik (kanan), Mahasiswi Fakultas Hukum, tapi ga pernah keliatan di kampus
"gw suka sih tempatnya cozy banget, makanannya enak-enak"

Overall, Hamptons Cafe menurut saya tempat yang cocok buat duduk2 sore sama temen-temen sambil menikmati suasana romantis ala western ini fufufu. Tapi servisnya menurut saya rada mengecewakan. Waiternya perlu di training ulang mungkin. So, 7 out of 10 deh.

Mbah Jingkrak

Hore saya posting lagi. Jangan bosen dulu yah.

Mbah Jingkrak
Jln. Aceh no. 64A


Letaknya di tengah perempatan, di depan Sport Station. Bentuk tempat makannya prasmanan, kita tinggal memilih menu yang mau kita ambil, biar nanti sama masnya bisa diantarkan (biar doi gak gabut gitu). Spesialisasi dari tempat ini? Tak lain dan tak bukan adalah: sambalnya. Yess, sambalnya dijual dengan harga 4000, dengan 3 macam yang berbeda. Konon 3 macam ini didasari atas 3 jenis cabe yang dipakai, cabe besar, cabe hijau, sama cabe besar tapi hijau. Gak ding lupa, tapi iya katanya sih begicu. Ketiganya adalah sambal yang tidak digoreng (sambal segar) jadi prepare for the worst.

Si Sambal
Oh ya, ada gulai dan sop juga. Plus sayuran yang pahit dan go green banget (daun singkong, kangkung, bayam). Daaan setelah tunjuk sayur ini dan sayur itu, saya pun memutuskan untuk menjatuhkan pilihan lauk utama saya kepada Ayam Setan.

si ayam setan. adobe saya eror ini ngedit cuma pakai paint xC

E.N.A.K. Terutama ayamnya. Penuh daun bawang (akyu banget), dan seperti entah dipenyet atau semi-dipepes. Bau enaknya tidak menipu rasanya. Bagaimana dengan sambalnya? ME-NYE-BAL-KAN. Ketiganya seperti tidak memberi banyak perbedaan: sama-sama pedas dan sama-sama tidak kasih kendor, makasih banyak IH. Kami sendiri berakhir dengan tidak menghabiskan sambalnya dan membungkusnya pulang. #np: 7 Icons - Playboy


Oh ya mereka juga menjual aneka macam es lho. Mungkin Mbah Jingkrak ini memang sudah super nihilis dan anti-happiness long live depression yah, nama esnya pun seperti gak minat diminta untuk dipesan. Kami mencoba memesan salah satunya (lupa namanya, tapi cukup berakhir membuat kita menyesal karena rasanya gak rame). Walau terkesan ramai karena berisi mutiara, cingcau, selasih, ubi singkong, kolangkaling, dan es batu, rasanya ternyata tidak jauh beda dengan rasa mutiara, cingcau, selasih, ubi singkong, kolangkaling dan es batu. Not much to tell. Nihil kayak si mbah jingkrak. (tapi es lainnya sih tampaknya lebih rame, next time deh)

Overall, kalau kalian memang suka makan pedas, saya lebih merekomendasikan tempat ini daripada Bu Imas. Mahalnya hanya beda sedikit (ini makan berdua habis 60ribuan, plus es jadi 70ribuan), bedanya kalau Bu Imas saya masih pelit karena gak tahu penyebab mahalnya di sebelah mananya, kalau Mbah Jingkrak karena di depannya ada patungnya jadi saya wajar kalau mahal.

tisyu-tisyu bekas nangis dan curhat. SURAM.
8 out of 10.  Jajaled!

Makan Makan

Pertama-tama saya ingin minta maaf, karena selain saya sudah jarang posting, kameranya jelek pula. Maaf deh *gak tulus.

Oke. Makan-Makan terletak di Jalan Sawunggaling no. 2 Bandung, dekat dengan Madtari yang hype karena menjual indomie, di depan Bank Permata tepatnya. Sebenarnya tempat ini sudah lama saya kenal berhubung letaknya di depan kosan teman saya juga ya, tapi hari ini perdana saya akan mereviewnya. (img dari http://m.inilah.com/, saya lupa foto depannya ey)
 

Bentuknya sendiri seperti food court, kompilasi dari banyak tempat makan. Berbagai merek ditawarkan mulai dari Telorist (semua telor), Seafood, Steak, Bento, sampai Rumah Ubi. Yes! Rumah Ubi, juga salah satu alasan utama mengapa saya memutuskan mereview tempat ini. Rumah Ubi sendiri adalah toko yang menjual khusus ubi. Yes, mulai dari pie ubi, keripik ubi, lemper ubi, bagelen ubi, sayang bola ubi yang fenomenal malah ternyata tidak ada di sini. (pie ubinya recommended lho) Dan tidak beberapa lama ini mereka merilis produk ubi terbaru yang (tampaknya diharapkan) fenomenal. Jeng jeng.


Oh ya, untuk yang sedang berstatus seeking, ternyata tempat ini menyediakan penawarnya lho. AMAZING. (sayang saya sudah pensiun, eeeeeaaaaaa alhamdulillah *elus dada*)


Nah berhubung saya dan teman-teman saya masing-masing memesan dari 'merk' yang berbeda-beda, maka tema hari ini adalah: menilai personaliti dari jenis makanan yang dipesannya. (ps: kalau ada yang tertarik dengan dua wanita di bawah ini bisa hubungi saya lho)


Nama: Rosalia
Pilihan: Chicken Steak
Personaliti dilihat dari pilihannya: suka yang keras-keras, butuh perjuangan, tidak suka hal yang mudah didapatkan *aissssss (steak kan makannya susah tuh).
Personaliti sebenarnya: keibuan dan senang berolahraga *azek.
Review:  Enak 'sih'. Tepung rotinya enak dan bukan tipe steak yang menutupi daging dengan mendramatisir jumlah tepung dibandingkan dagingnya. Dengan harga 20.000an, overall steaknya pretty okay.


Nama: Isabella
Pilihan: Butter Rice
Personaliti dilihat dari pilihannya: suka yang kuning-kuning = suka kehangatan.
Personaliti sebenarnya: mendambakan pria kebapakan *aissssssss.
Review: Gigitan pertama enak, karena ada rasa menteganya. Tapi berhubung isi nasi di dalamnya banyak, dan sejauh ini yang ditemukan di antara nasinya hanya mentega dan bawang, tidak heran jika setelah gigitan kesekian lama-lama eneg juga (kata yang mesen juga gitu lho).


Nama:  *ehem* saya
Pilihan: Yamin Ubi Ungu Ayam Pedas
Personaliti dilihat dari pilihannya: ceria, funky, kreatif, the next miss universe alert.
Personaliti sebenarnya: idem.
Review: Sejauh ini, memuaskan. Rasa ubinya memang tidak terlalu terasa, tapi personally, berhubung menemukan yamin enak di Bandung itu susah ya (percaya atau tidak, yamin di Bandung dan di Jakarta atau Surabaya berbeda lho rasanya, bahkan secara halusinatif bentuknya seperti berbeda), yamin ini pun terasa enak. Daging ayamnya juga enak, berbumbu antara bali atau rica-rica atau rica bali rica. Plus dengan 14.000 pun sudah diberi pangsit berasa ubi pula (asyik!) yang mungkin biar hemat stok dihancur-hancurin jadi kecil. Overall enak, tapi kalau boleh lebih memilih, lebih baik yamin asin yang biasanya.


Overall sebenenarnya saya tidak terlalu merekomendasikan tempat ini yah. Karena biarpun tempatnya terlihat enak untuk heng ouwt (jual tower bir pula lagi), dan terkesan bervariatif menunya, dengan harga yang masih mahasiswa, tetap saja rasanya kurang terjamin. Sejauh ini dalam kesempatan yang berbeda saya sudah mencoba bento, sushi dan seafoodnya, dan ketiganya kurang memuaskan  (so-so). Plus pelayanannya kurang oke karena selain lama, sering terjadi kesalahan menu dengan makanan yang disajikan, kadang menu yang dibuat ternyata belum masuk dapur dan ternyata habis dan kalau tidak ditanya kita tidak diberi tahu. IH. Tapiii berhubung tempatnya enak dan variasi makanannya cukup membuat excited, daan Rumah Ubinya masih recommended lho (jus ubinya juga enyakk),

7 out of 10 deh. Jawjaledzzzzzz.

Y&Y

Hello! Jajalers sebangsa dan setanah air, udah lumayan lama gw ga ngepost review.
Bukannya sok sibuk, tapi gw emang sibuk. Gimana dong?
Ya ga gimana-gimana.

Oke. Y&Y.
Dibacanya Wai en Wai.
Atau jangan-jangan Ye dan Ye? Jeng jeng..
Pergi sendirian ke Grand Indonesia,
abis ada urusan di daerah kota yang alhamdulillah jauh.
Karena kelaparan, cari makan di GI.
Kebetulan sedang butuh banget wi-fi, dan sinyal 3G di henpon gw yagitudeh.
Akhirnya jalan melewati restoran-restoran sambil liat henpon,
ada wi-fi yang ke-detect apa ga.
Nah muncul lah wi-fi Y&Y, ya udah deh cobain.
Dari pertama masuk udah perasaan ga enak. Nampak riweuh suasananya.
Tapi gw menguatkan hati dan menghilangkan prasangka buruk (dan laper).
Pesen Thai Ice Tea (lupa, 20 ribuan) sama Fish&Chips (75ribu).

TAI! KAGA ENAK!

PLEH!

PLEH!

PLEH!

Thai Ice Tea-nya ga enak, kebanyakan es jadi tawar, teksturnya juga kasar.
Fish&Chips-nya apa lagi.
Tepung yang ngebungkus ikannya masih mentah dalamnya!
Gw pun lari ke dapur dan teriak depan muka chef-nya,
IT'S RAW!! GET OUT!! *Ramsay style*
Oke, yang bagian gw lari dan teriak itu bohong.
Tapi yang bagian ga enak emang bener ga enak.
Gw cuma makan kentang gorengnya (itupun ga rata gorengnya) karena ikannya masuk dalam kategori menjijikkan untuk dimakan.
Akhirnya gw bilang ke salah satu pelayannya makanannya ga enak.
Doi kayanya udah capek karena lagi penuh banget dan nampak ga gitu peduli.
Tapi itu bukan alasan kan? Gw bayar pake duit kan? Emang pake daun? Pake senyum?
Karena malas memperpanjang masalah, akhirnya gw cuma ngetwit,
"Babi nih Y&Y, makanannya ga enak."
Sampe sekarang ga ada tanggapan tuh dari mereka.

Gw bukan ga bersyukur masih bisa makan, tapi gw makan di restoran karena pengen makan enak, karena gw ga bisa masak.
Gw bayar juga pake duit hasil kerja keras, bukan duit korupsi.
Jadi kalo ada restoran dengan harga cukup mahal tapi makanannya ga enak pengen lo cekek ga sih yang punya??

Thai Ice Tea abis cuma karena gw haus.
Catet! GW HAUS!

Skor? Kaga ada skor-skoran! Gw bayar aja udah bagus.

JAJALED!

TOT!