Mr. Curry

Cuisine: Japanese Curry & Desserts
Location:Grand Indonesia

Ini bukanlah tempat yang baik untuk orang seperti saya: labil dan banyak mau.

Gimana engga? Semua variannya terlihat menarik untuk dicoba apalagi bagian dessert yg terlihat "cantik", padahal kombinasi dessert dan main course-nya menurut saya pribadi "kurang tepat", kayaknya magteg aja gitu makan nasi kare + minum milk shake trus ditutup dengan parfait...*blekh*. Tp apa mau dikata? Labelnya aja udah jelas "Japanese Curry & Sweet House". Jadi kayaknya memang diperuntukkan orang2 yg sudah tau tujuan mereka ke sana.. (Eh atau yg labil seperti saya ini malah jadi mangsa empuk ya? XD)



Hohhh dilema
(Dilema mau makan besar apa pesta dessert, kalo makan besar harus milih 1 dr 11 jenis menu, kemudian milih salah satu dr 4 macam saus, dan memilih level kepedasannya.. Ohtuhan, dunia memang kejaaammm, penuh dengan pilihan rumit)

Oke. Berhubung ini resto kare, jd gw berniat utk fokus pada main course, dan melupakan betapa menggiurkannya si parfait dengan fruity loops itu *hoooooh* (-,-) . Main course terbagi jadi 11 macam menu berupa: Curry Rice, Curry Ramen, Curry Omurice, Curry Spaghetti, Curry Donburi, Doria, Curry Risotto, Curry Rice Pizza, Curry Nan, Curry Sandwich, dan Curry Pilaf. Dan ingat, Itu baru pusing milih macam2 jenisnya, belom pusing sama isiannya.. (Td udah gw bilang kan kalo dunia itu penuh dengan pilihan rumit?)

Belom lagi kalo mau tambah side dish berupa salad dan soup #eaaa makin bingung milihnya

Setelah mengganggu mozu dengan pertanyaan ttg menu secara bertubi2, akhirnya saya memesan Spicy Cod Roe Curry Omurice dengan saus original level pedas sedang (krn awalnya saya ga tau kalo pilihannya ada ga pedas, pedas, very pedas, dan screaming pedas), sementara wahyu menuruti saran mozu dengan memilih Chicken & Mushroom Curry Omurice dengan saus original ga pedas + semangkuk Corn Soup. Untuk minuman, dengan berat hati saya memilih minuman yg wajar berupa ocha panas, dan melupakan milkshakes ataupun smoothies dalam jar yg seru *hiks* (dasar perempuan, selalu tergoda dengan sesuatu dalam kemasan cantik)




Ternyata, dengan memesan satu menu reguler saja, sudah include dengan semangkuk salad mini, yg awalnya gw kira dressingnya akan semodel dengan salad2 jepang seperti di waraku yang rasanya asin-asam-segar, tp ternyata hanya dressing thousand island biasa (-,-)

Sementara, corn soupnya "mewah" tenan, si mbak datang dengan mangkok sup yg menyerupai sugar jar dr porselen, porsinya bahkan terbilang banyak. Dan rasanya... Edan. Beneran jagung dan krim di blend, bukan sekadar sup jagung asal2an, kemudian di bagian atasnya ada splash of milk yang bikin rasanya jadi rich, full of flavour. Dengan kombinasi yg super creamy dan manisnya jagung




Nah, masuk ke main course. Sebelumnya gw belum pernah makan omurice dengan kare, tapi melihat tampilah golden-omelette yg begitu memukau, sepertinya sah2 aja kalo mau dijajal. Pertama, telurnya, wah ini beneran omelette serius. Ketauan telurnya ini ga bermain solo! Tp ada campur tangan susu atau mungkin krim. Karena kalau ditelusuri rasanya, ada sekilas rasa cream yang memperkaya si telur, ditambah campuran topping yang memberi sentuhan variasi rasa. Seperti pesanan saya, telurnya diselingi rasa asin khas tobiko, jadi memberikan kejutan2 kecil supaya ga bosan. Sementara pesanan wahyu ada chunks of chicken and mushroom yang sudah dibumbui dengan shoyu.

Tahap selanjutnya: nasi. Kalo menurut pandangan saya, nasi yg paling pas buat makan kare, justru nasi yang tidak lembek, nasi yg bisa memberikan 'ruang gerak' buat kare yg kental. Karena nasi yg lembek, akan membuat menu terasa benyek dan magteg. Nah sayangnya nasi di sini agak lembek, sementara tekstur karenya benar2 kental..

Next, kunci utamanya: kare. Biasanya, masing2 curry house pasti punya secret ingredients yang menjadikannya begitu khas. Kalo di Ebisu curry itu ada di teknik masaknya yg memakan waktu sangat lama sampai2 daging yang ada di dalam curry basenya terurai pelan2 dan melebur dengan karenya, sehingga rasanya pun begitu kaya dengan kaldu. Nah kalo di Mr. Curry?

Karena ada 4 macam kare di sini, pastinya curry basenya pun beda2. Kalo diliat dr icon pada keterangannya, yang saya tangkap seperti ini: Red Curry menggunakan tomat dalam basenya, sementara white curry dari daging sapi, dan black curry.. Curiganya sih seafood, karena beda halaman beda gambar, kadang ikan, kadang octopus. Nah yang original ini iconnya kucing... errrrr ga mungkin pake daging kucing..... kan?




Rasa kare originalnya menurut saya kurang spesial, bukannya ga enak loh, hanya kurang meninggalkan kesan. Karinya benar2 kari DOANG. Gurih, kental, cukup enak dan... Tamat. Kalo saran saya lebih baik pesan yang spicy (atau mungkin screaming spicy sekalian) agar rasanya tidak terlalu.. Flat. Memang ada sekilas2 rasa yang beda dibanding kare biasa, ada after taste yg masam di pangkal lidah. (Yang pada akhirnya saya tau itu bukan dr daging kucing, tp ternyata Mr.Curry menggunakan mangga untuk curry basenya)




Overall, Mr.Curry termasuk tempat yang seru dengan menyediakan menu yg ajaib2 bentukannya. Apalagi buat kaum perempuan yang pastinya mudah lapar mata liat kemasannya yang cantik2. Satu hal yang langsung muncul di kepala saya begitu memasuki tempat makan ini adalah FUN. Saya merasa seperti anak kecil dengan dress kembang2 yang lagi main di dapur mamanya yang bersih dan nyaman. Bahkan, menunya pun dikemas seperti scrapbook dengan coret2an ala anak2

Kayaknya kalo kesini lagi mendingan menyantap dessert saja XD



Score: 7 deh dari 10

No comments:

Post a Comment