Rumah Sushi

Jalan Syamsu Rizal no.2
Menteng, Jakarta Pusat
Indonesia

terletak didekat taman suropati. ada sebuah rumah yang didepannya bertuliskan "Pimpinan Pusat Korps Sarjana Veteran RI", wah apa ini, namun dibawahnya ada tulisan rumah sushi, saya pun mencoba masuk melalui sela2 mobil yang agak menghalangi jalan masuk.

wah rupanya didalamnya seperti ini, ada beberapa orang sedang makan. agak aneh memang melihat sebuah tempat makan (apalagi sushi) didaerah menteng yang rata2 rumah ini. makanya disebut rumah sushi mungkin?! coba kita lihat menu2nya



kata pelayannya sih yang sering dipesen disini tomodachi roll sama bella luna, marikita coba....
lalu saya memesan Chicken teriyaki, Tomodachi Roll, dan bella luna roll. minumnya ocha dingin, namun yang jar. jadi bisa minum rame rame

acikkk dituangin hihihi... oh iya harganya 12 ribu

ini tomodachi roll (22 ribu)
crab sushi dikasih tepung goreng dan dibawahnya dikasih krenyes2 (apa itu?) tempura. ini enak.


bella luna roll (26 ribu)
hampir sama dengan tomodachi, sushi tepung goreng namun isinya tuna pizza (mentang2 namanya itali) dan ada saladnya dibawahnya. ini juga oke, tapi saya sukaan tomodachi karena ada tempura batternya


ini chicken teriyaki (17 rb), standar sih, tapi rice ballnya cukup menarik. nasi dikasih tepung gitu hehe

ini billnya, saya makan berempat. chicken teriyaki 4, minum 1 jar ocha. tambah bella luna dan tomodachi. patungan. bayarnya dibagi 4 deh pas :p overall sih murah nih sushinya, meskipun letaknya didaerah elit, tapi harganya irit *rhyme*

aduh maap acu ga cengaja...rapuh cekali cihh gelasnaaa :'(


7/10

JAJALED!

Bagel Bagel

Bagel Bagel akhir akhir ini sering saya baca di timeline twitter saya, kayak apa ya rasanya, jadi penasaran. terletak diarea kemang, tepatnya jl. Benda Raya No. 10, Kemang, Jakarta, Indonesia 12560. pulang dari kantor sayapun mampir ah ketempat ini. *aneh kalimatnya*ini kasirnya, bagel bagel rupanya menjual bagel sandwich yang bergaya kota dimana Sick Of It All dan The Strokes lahir, yap, NY. coba kita lihat menunya.ini pesanan saya, yakni Egg Bacon and Cheese seharga 45 ribu. uhmm mahal juga..exclude minuman. setelah dicoba menurut saya rasanya enak, namun standard saja. mendingan saya beli burger meal, rotinya lebih halus (mungkin memang sayanya aja yang udik ga bisa gigit roti keras), dan dengan harga lebih murah sudah dapet minuman. namun saya rasa bagel bagel cocok buat executive muda yang ingin berdiet with style sepulang kerja di daerah kemang. karena bagel mengandung gandum, cocok untuk melancarkan pencernaan anda.

7/10

JAJALED!

Sushi Tengoku

Cuisine: Japanese / Sushi
Location:RadioDalam (deket 7-11 RaDal)




Sebenernya, gw udah mau mereview restoran klasik ini sejak pertama kali gw menjajal keganasannya, Cuma karena satu dan lain hal, akhirnya baru kesampean sekarang.

Mungkin ga terlalu banyak yang bisa direview dari sebuah restoran Jepang Tradisional yang menjunjung tinggi keasliannya, karena kualitasnya secara rata2 sudah jelas: Ikan mentah premium yang tidak amis, dan langsung lumer di mulut. Belum lagi nasi sushi yang memiliki ketepatan tekstur, dan ketepatan takaran mirin-nya. Ohya ga lupa, nori yang fresh, serta refillable ocha yang rasanya ga kayak air kolam. Standar restoran Sushi serius yang sudah jelas.

Sekarang tinggal varian, dan harga!

Kalo dibanding2kan dengan beberapa gerai sushi komersil, Sushi Tengoku emang mungkin keliatan lebih mahal, tapi untuk golongan sushi sejenisnya, menurut gw harganya masih bersahabat, belum lagi lo bakal dikasih porsi yang layak, ga imut2 kayak Sushi Tei. Rangenya berkisar antara 15.000 – 150.000, dan rata2 untuk menu sushinya sekitar 25.000 – 45.000. dan untuk kualitas yang premium, sepertinya harganya cukup layak, serta mengingat porsinya yang ga kira2: BIG chunk of sushi..

Sushi Tengoku dengan royal menyumpal potongan2 salmon premiumnya kedalam gumpalan sushi besar, dan tanpa ragu melanggar sebuah aturan yang bernama BITE SZE FOOD. Kalo menurut aturan tata krama makan sushi yang benar, seharusnya setiap potong sushi itu langsung dijejal ke mulut secara keseluruhan, tidak boleh digigit setengah2. Tapi rasanya, aturan itu agak sulit buat dijalankan di sushi tengoku.. apalagi pas liat Inari Sushi pesenan gw mendarat dengan indah di meja. Gw sampe ngira gw dikasih 2 gelondongan kentang utuh XD.

Untuk varian menunya sangat variatif, dan mencakup beberapa menu Jepang yang khas seperti Sashimi, Sushi (ya iyalah), Edamame, Tofu2an, Ramen, Soba, Yakitori, Takoyaki, Omurice dan berbagai menu Jepang yang udah ga asing lagi di telinga. Sushinya juga terbagi jadi Nigiri Sushi, Maki, dan fusion sushi. Tapi berhubung judulnya udah “restoran sushi”, belom lagi gw Cuma berdua serta porsinya geda geda, akhirnya menu yang sanggup gw raih Cuma seputaran sushi aja.. oiya plus seporsi takoyaki juga :D

Salmon Maki
Gw selalu punya satu kebiasaan untuk memulai dengan menu salmon, kayaknya udah jadi standar perbanidngan antara resto sushi. Dan seperti yang gw sebutkan tadi, Salmon Maki nya udah ga perlu dipertanyakan lagi: Big Chunk of Sushi, Salmon seger yang langsung lumer di mulut, nasi sushi yang ga hancur ataupun kepadetan, dan nori yang masih crispy. (seporsi 40ribu)


Salmon Skin Maki
(Yang ini menu favorit wahyu, jadi selalu jadi bahan perbandingan juga :D) Lagi2 gumpalan2 besar sushi, di isi dengan kulit salmon goreng kering, sedikit mayo jepang, dan ketimun. Magnificent! Bener2 memberikan tekstur yang beda, kenyal, tapi diselingi rasa crispy yang gurih dari kulit salmon (seporsi 21ribu)


Curry Takoyaki
Berhubung udah keseringan jajan Takoyaki, sekali2 mau jajal takoyaki versi yang beda: sausnya diganti kare Jepang, yang lengkap dengan potongan kentang dan wortel. Dan LAGI LAGI, porsinya porsi bagong. Kalo sewajarnya makan takoyaki bisa pake tusuk gigi, yang ini udah ga bakal mungkin! Yang ada tusuk giginya tenggelam di dalam gumpalan takoyaki XD. Mungkin buat yang ga biasa makanan2 magteg dan creamy, gw ga menyarankan menu ini. Soalnya tekstur takoyakinya agak padet kayak perkedel (walaupun adonannya enak banget, lengkap dengan potongan tako yang ga ragu2) kemudian disiram dengan kuah kare super kentel, yang gw curigai kekentalannya itu berasal dari kentang yang lodoh, jadi agak kecampur dalam tekstur karenya. Buat yang udah cba Ebisu Curry... kuah kare ini memang jadi mengecewakan. But then again, kombinasi yang ga terduga ini sebetulnya enak, tapi mendingan jangan banyak2, satu bongkah aja udah more than enough.


Hana Maki

Oke, kali ini gw melanggar kebiasaan gw dengan mencoba menu Fusion (padahal biasanya kalo di restoran sushi tradisional gw agak2 ga mau nyoba yang fusion). Hana Maki terdiri dari alpukat yang dibungkus dengan nasi sushi plus nori, kemudian diselimuti salmon mentah, trus dikasih topping mayo jepang dan tobiko. Pada dasarnya, gw ga suka sushi yang ada alpukatnya, tambah lagi dikasih tekstur creamy kayak mayo. Berdasar yang sudah2, biasanya gw langsung mual..tapi kali ini ga sama sekali! Perpaduan yg gw anggep aneh itu, langsung lumer dan melebur di mulut dengan rasa yang seger! Gw hampir ga notice kalo sentuhan rasa manisnya itu datang dari alpukat, gw harus ngintip pantad sushi dulu buat tau kalo isinya itu alpukat, dan bukan ketimun. Dan si mayo yang gw kira akan bikin magteg, rupanya menutupi aroma si alpukat yang biasanya ganggu itu. (seporsi 53ribu)

Segelondog Kentang...eh... Inari Sushi
Inari sushi adalah salah satu menu favorit gw, tapi sayangnya gw cukup picky untuk menu ini. Gw ga terlalu suka Inari sushi yang manis, dan Inari di sini selain bagong, kulit tahunya pun manis.. tapi seperti kejadian Hana Maki, gw justru suka sama rasa manisnya :D. sepertinya takaran pemanis di kulit tahunya sudah diperhitungkan secara pas, dan dicampur dengan sedikit soyu. Dan yang edannya lagi, ga kayak kebanyakan Inari Sushi yang pernah gw makan, nasinya ini selain dicampur mirin, juga dicampur biji wijen dan potongan umeboshi. Jadi memberikan layer2 rasa yang berbeda2 setiap gigitannya. Dan wijennya itu yang bikin ganas! (seporsi 28ribu—ps: setengah porsinya aja udah bikin kenyangggg)


Sushi Tengoku bener2 highly recommended buat pecinta sushi, terutama sushi2 tradisional. Tempatnya cukup cozy, terutama Tatami sectionnya. Dan pelayanannya sangat memuaskan. Pelayan2 dan chefnya super ramah, tanpa ragu mereka akan menyapa (dalam kadar yang wajar dan ga ganggu kayak pelayan di Pizza Hut). Dan kalo gw perhatiin, mereka itu seperti menghafal pelanggan2 yang datang, jadi seperti tercipta sebuah hubungan antar personal. Nice...

Gw berani kalo ada yang mau nantang gw ke situ lagi...lagi...dan lagi... asal gw dibayarin aja :P



Score: 8.5/10

Jajalable on TraxFM Jakarta

Alohai!
Hari Senin kemaren tanggal 18 Juli 2011, Jajal crew berkesempatan untuk siaran di 101.4 trax fm jakarta, dalam program Kompak Kampus bersama Ryo dan Om Jimi di segmen Kompak Komunitas.

singkat padat dan jelas:
KITA LUPA FOTO BARENG ABIS SIARAN!

Meh, mungkin karena kita buru-buru yak. Karena si Isha udah kebelet mau nge-VJ acara di Goods Dept *urban*


Anyway, yah ini cuma ada screenshot yang diambil oleh teman saya dari website ketika kita sedang on air. Disitu cuma ada saya, Isha, dan Wing. Lagi-lagi si bos sengaja milih spot yang tidak terlihat karena dia masih ingin menyembunyikan identitas aslinya. Atau mungkin malu ketombean hakakakak.


Terus ini ada si Isha yang lagi menerima tantangan menebak isi kandungan jus tersebut. Buat kalian yang mendengarkan, pasti udah tau ramuan yang terkandung di dalamnya


Sekian.

Manpuku - Japanese Table-top Grill

Cuisine: Japanese
Location:Little Tokyo - Melawai

Ini yang kedua kalinya gw ke sini, dan baru akhirnya bisa mereview. Pas gw datang suasana sedikit berbeda dr sebelumnya. Sekarang sudah meja tepan di sisi kiri, dan sudah ada tambahan meja yg ada tempat bakarannya ter-attached di dalamnya (apa sih bahasanya?). Dulu, gara2 liat tempatnya, gw langsung masuk ke tempat makan ini tanpa pikir panjang. Dekorasi interiornya benar2 lain drpd yg sudah2. Ada dinding dengan seng2 karatan lengkap dengan poster usang yg udah kemakan karat. Kemudian meja2 pendek bekas gulungan kabel, bangku2 dr bekas krat minuman (tp yg kedua kali gw dateng ini, si krat sudah tidak ada), meja tatami dengan dekorasi dinding tulisan kanji.




Begitu duduk, kami selalu diserved dengan hidangan bernama Ottoshi yg berupa kol segar dengan bawang putih goreng dan saus dr soyu, cuka dan lemon. Asin, asam, segar :)

Spesialisasi di Manpuku adalah Charcoal grill bbq, kalo lo suka sistem makan-masak-sendiri seperti Hanamasa, gw jamin lo suka di sini. Apalagi dengan bakaran berupa clay pot yg dibawa si mbak kyk ember, dengan arang membara serta kawat kasa untuk membakar lauk. Lauknya sendiri ada lebih dari 30 macam, mulai dr sapi, ayam, sapi ceper, ikan pari, cumi dan berbagai organ koloni itu yg bisa dimakan (sebut aja lidah, pipi, usus, lambung dkk). Dengan saus celupan berupa soyu dengan sedikit lemon. Pas gw perhatikan, ternyata bumbu rendaman untuk masing lauk itu ga selalu sama, ada yang hanya soyu dengan sprinkle wijen, atau untuk daging2 dengan 'wangi' yg khas biasanya ada rosemary, kayak daging domba pesenan mas adyth, daging diberi perasan lemon, black pepper dan rosemary. Kalo jiwa adventure lg berkoar, coba aja aneka lauk semacam lambung ketiga sapi, kuping, pembuluh darah, rahim dan kawan2nya untuk mengekplor tekstur yang mungkin belum pernah dicoba. Pilihan gw saat ini adalah pipi sapi yang kenyal dan juicy, kemudian lidah bagian belakang juga ga kalah juicy-nya. Sementara untuk menu non halalnya, karena penuh lemak jadi agak 'flammable' XD



Lucunya di beberapa saus rendaman, ada yang bikin dagingnya caramelized ketika dibakar, curiganya ada madu untuk marinate dagingnya. Nah kebayang kan, gosong2 di pinggiran, permukaan daging yg caramelized, di dip di sauce shoyu-lemon. *kreshhhh* juicy at the end

Tapi, yang namanya bakar2an model begini, antara satu dan yg lain sebetulnya beda2 tipis. Tergantung dr kualitas daging dan sausnya. Yang bikin seru mungkin karena ambience dan alat bakar2annya yang ga biasa. Gw udah serasa lagi ada di gang2 perumahan jepang di musim gugur, kumpul2 bbq-an sambil menghangatkan diri.


Untuk option lain, Ada juga nabe buat yang mau makan kuah2an (Nabe itu semacam rebus2an seperti Sukiyaki, tp masaknya di Clay-pot), Selain itu ada menu goreng2an berupa aneka macam karage, ada juga Udon, sup2an, , Zousui (Bubur), serta Onigiri, dan beberapa menu berbau korea seperti Kimchi Gohan.

Onigiri nya ada 3 macam isian: yakiniku, miso dan umeboshi. Karena jarang liat Onigiri miso, jadi Gw coba yg miso, penasaran bentuknya gimana. Ternyata benar2 onigiri diberi miso paste dengan rasa gurih yang tajam.




Nah, pas kedatangan tim gembul yg kedua kalinya ini, sudah ada menu baru: okonomiyaki dengan berbagai macam topping. Komposisi antara telur, kol, adonan, dan sausnya pas. Modelnya okonomiyaki Kansai yang seluruh isiannya dicampur dan agak tebal. Ga kebanyakan tepung dan luarnya agak gosong crispy. Yang lucunya sausnya di sini selain rasa saus okonomiyaki yg khas serta mayonaise ada sedikit selingan rasa asam, yg gw curigai, jangan2 kebanyakan saus di tempat ini dibubuhi lemon. Rasanya justru jadi segar dan ga magteg karena terlalu didominasi rasa gurih. Topping dagingnya royal, dijembreng semua sampai nutupin adonan, dan rasanya ganasss.. Crispy dan menyerap bumbu dengan baik, smp gw sempet ga ngeh kalo itu daging. Memberikan layer tekstur yang bervariasi, jadi ga bosen makannya :D

Tapi, kalo lo lagi dalam keadaan lapar berat, ga gw sarankan kesini (kecuali kalo lo mau pesan udon atau ramen). Sejujurnya untuk range harga 25-150rb (utk menu bakarannya) porsinya termasuk 'mini'. Jadi Manpuku tempat yg lebih enak buat nongkrong2 minum sake sambil nyemil2 daging dikit XD

Foto lengkap bisa dilihat di sini

Harga:

Nabe:80-140rb
Sichirinyaki: 25-150rb
Untuk menu lain 15-70rb
Sake curah 50rb/botol

Score: 7.8/10

Mochilla - Mochi & Wine Ice Cream

Cuisine: Desserts
Location:Grand Indonesia

Tempat inilah yang menjadi akar permasalahan, kenapa saya nekat menahan birahi, bela2in ga jajan dessert2 cantik di Mr. Curry



Pas lagi bingung2nya mau makan siang apa di Grand Indonesia, tiba2 mata saya terpaku dengan gerai berlogo bodoh ini, ditambah embel2 "Mochi & Wine Ice Cream". Kombinasi yang ajaib ini bikin saya dan wahyu menggebu2 harus menjajalnya (apalagi saya maniak mochi)

Tadinya saya kira gerai ini menjual mochi2 dengan isian es krim rasa wine. Ternyataaa.. Mereka jual Mochi isi es krim dan juga es krim yg terbuat dari wine (dua varian yang berbeda XD)..




Ohtuhaannn ada apa dengan hari ini? Kenapa aku terus dihadapi dengan pilihan yang sulit?

Setelah memandang penuh binar, akhirnnya saya menjajal dua2nya HAHA! *maruk* (walaupun sempet tergiur juga pas liat ada varian lain berupa moon cake di counternya).

Tapi dengan keputusan itu hidup saya belum juga mudah, karena varian mochinya buanyakkkk sodara2! gundukan bola2 kecil warna warni itu terlihat menggoda, mulai dr rasa buah2an (seperi strawberry, peach, mango, sampai duren juga ada), kemudian yg berbau dairy (seperti cookies n cream, tiramisu, milk n milk dst) dan yang berbau khas jepang (black sesame dan green tea). Ada satu rasa yang 'ga biasa' di situ yaitu rasa Calpis, yg gw curigai adalah Calpico, tp berhubung saya ga doyan minuman tsb, jadi pastinya saya skip dan memilih varian rasa yg netral: green tea.

Untuk wine ice cream untungnya saya ga dihadapi dengan pilihan sebanyak mochi. Tp tetep, saya kelimpungan karena semua tampak menarik. Berhubung saya ga terlalu paham dengan wine2an jadi saya minta wahyu utk bantu memilih. Wahyu menunjuk Chardonnay dan Merlot, dan karena saya cherry-freak, voila.... jadilah satu scoop Cherry Merlot.



Dengan tidak sabar, saya segera menggigit si mochi green tea. Kulit mochinya enak, kenyal dan sticky. Agak tipis, dan hanya berfungsi untuk membungkus si es krim. Nah sementara untuk es krimnya.. Rasa green tea nya ga sesuai harapan, agak ajaib malah, soalnya ada rasa asam yg harusnya tidak ditemukan di green tea, garis miring, Matcha....aneh. Daaannn ternyataaaa.... jawaban rasa asam yg misterius itu adalah: saya melakukan kesalahan fatal! Dengan bodohnya, ga membaca dengan jelas kalo judulnya YOGHURT Japanese Green Tea! Hah pantes aja rasanya begitu. Tapi saya yakin, rasa2 lain yang judulnya normal pasti lebih oke. mudah2an

Next, Cherry Merlot Ice Cream. Saya ga menyangka, kalau rasnya benar2 wine, ada aftertaste pahit seperti wine dan meninggalkan aroma wine yang khas di hidung, seperti habis meneguk wine. Tekstur ice creamnya bukan yang thick dan smooth seperti kebanyakan gerai es krim mahal lainnya. Justru agak kasar, tp sekilas2 ada layer yang smooth dan creamy dengan rasa wine yg lebih kuat. Ditambah potongan cherry yang begitu digigit, langsung mengeluarkan cairan wine yang enak sekali.


Kalo bosan dengan varian2 es krim seperti di kebanyakan gerai es krim, sangat saya sarankan untuk mencoba wine ice cream ini, untuk memberikan sensasi dan experience yang berbeda :)

Score: 7/10 (enak, tp entah kenapa ga terlalu tergoda utk datang dua kali)