Omar's Coffee



Location:Jl Radio Dalam Raya no 2D
(kalo dari arah Pondok Indah, di lampu merah perempatan RaDal, nengok aja ke kiri)

Sebetulnya sudah agak lama gw melirik si kedai kopi mungil ini yg nyempil di dekat perempatan radio dalam. Tempatnya kecil, tp terlihat 'serius'.

Tempat2 kecil yg misterius inilah yg paling sering menarik perhatian gw, lagipula, gw suka berpikir, buat apa gw mereview tempat2 ngopi ngetop, yg udah di review 2juta orang yg pastinya lebih jago dr gw? (Ahaha lebay kayak alay). Lebih baik gw cari tempat2 kurang ngetop yg sebetulnya layak mendapat perhatian lebih, kemudian dibuat ga kalah ngetop dr yg udah ngetop. (Apa sih?)

Menemukan tempat2 kecil misterius yg ternyata mengagumkan itu seperti mendapatkan diamond in a rough. Selayaknya Quintino's coffee yg lalu. Cuma yg jadi masalah, sejauh mana si tempat kecil ini bisa mempertahankan dirinya. Karena aktualisasi itu penting untuk dijaga. Sering gw sudah menggembor2kan sebuah tempat kecil misterius, yg akhirnya beberapa bulan kemudian tempat itu hilang tergilas monster2 papan atas. jadi review berapi2 pun tidak lagi valid.

Nah si Omar's Coffee ini kalo gw perhatikan sudah bertahan cukup lama, dan semangat gw kian menggebu pas baca dr buku "Ngopi Yuk!" . Ternyata, cafe kecil ini adalah tempat mangkalnya komunitas pencinta kopi. Apalagi, katanya sang owner memilih sendiri biji2 kopi langsung dr para petaninya, dia pun ga mau stock terlalu banyak bubuk kopi agar tetap bisa dijaga kesegaran serta kualitas dr kopi2nya.

Wah sesuai dugaan, tempat ini beneran serius.

Di akhir petualangan spontan saya dan wahyu hari ini, kami sempatkan untuk mampir, mumpung masih searah jalan pulang. Begitu sampai, ada 2 orang polantas yg tengah rehat sambil ngopi di sore hari, wah rupanya keberadaan warung kopi benar2 sudah tergilas ya? XD


Seperti biasa, wahyu memesan secangkir hot cappuccino sebagai bahan pembanding, sementara saya sedang ingin mencoba 'jagoan' di tempat ini. Amat disayangkan, tyt jagoannya berupa menu2 ice blended coffee (Jamaican Rhum and cookies) bahkan yg paling menarik perhatian saya pun juga berupa menu ice blended coffee (Caramel Espresso). Yah, berhubung saya ga terlalu nge-fans dengan kopi dingin, jadilah saya memesan hot caramel macchiato saja.



Hasilnya?

Bukan kopi numpang lewat :D
Alias masih ada karakter yg bisa dikecap di lidah. kopinya kental, tp bukan gara2 'dipaksa' sampai kebanyakan susu. Semua takarannya pas dan gurih. Dan untuk caramel macchiato nya, masih benar2 kerasa karakter espressonya, jadi masih agak pait2 dikit dengan selingan rasa manis caramel, yang kemudian meninggalkan aroma yg earthy. Ini karakter kopi yg saya suka :)



Tempatnya kecil, tapi cukup nyamanlah buat sekadar mampir sebentar, menunggu macet hilang. Tersedia wifi dan beberapa majalah untuk dibaca2 (walaupun entah kenapa majalahnya kok majalah perempuan semua yha?). Kisaran harga Rp. 8.000 - 22.000



Tdnya sempat mau coba black coffee juga untuk menjajal karakter asli Omar's Blend yg katanya dipergunakan untuk sebagian besar menu di sini. Tp berhubung email klien sudah berdenting, maag sudah memberi warning, ya sudah, saatnya saya berkemas.

Maybe next time then :)

score: 7 / 10


Ps: utk caramel macchiato sebaiknya tidak perlu ditambahkan gula, krn caramelnya sudah cukup manis :) (tp ini menurut saya loh--baca: ga doyan kopi manis2 XD)

No comments:

Post a Comment