Kopikoe Kopimoe

Little tokyo adalah salah satu tempat berkelana favorit gw. Entah kenapa selalu aja ada tempat2 baru yg menarik setiap gw datang (entah itu baru saja dibuka, atau sekedar tempat yg selama ini terlewat mata). Salah satunya adalah Kopikoe Kopimoe. Kedai kopi dengan logo yg lucu :)


Setelah kekenyangan makan fish and chips, tdnya gw mau ke coffeewar, tp mengingat coffeewar tempatnya tidak besar, sementara dia cukup ngetop, dan saat itu malem minggu... Hmm jd agak gentar yha.. Yasudah berhubung udah diajak aril ke little tokyo, sekalian aja deh pindah venue, ngejajal kedai ber-gallery ini.

Begitu gw masuk ruangan, the room fascinates me, mungkin karena kedai ini dibarengi gallery, jd berasa minum kopi sembari jadi bagian dalam seni itu sendiri. Kalo lo singgah, sempatkan ke ruang gallery di belakang.. Keren abiatch.


Untuk kopinya sendiri kedai ini menawarkan beberapa macam kopi lokal serta metode brewing yang sedikit berbeda: Siphon atau bisa disebut juga Vacpot (Vacuum Pot). Sebetulnya Vacpot ini udah pernah ada di beberapa gerai kopi, salah satunya saya pernah lihat si Vacpot di Coffee Club, tp yg serunya di Kopikoe Kopimoe Vacpot di-served di meja tamunya. Jadi lo bs liat proses brewing mulai dr si mbak menyalakan api sampai pelan2 melihat uap yg menanjak tabung. They let us become a witness of the work of coffee science. it's fun to see how Liquids defy gravity and spread a fantastic aroma through the air...



Satu aceh gayo dengan Siphon dan Kopi robusta lampung tetes.

Sebetulnya tekstur kopi yg encer bukanlah favorit saya :), tp karakter kuat aceh gayo itu memang tidak terelakan. Pahit menusuk dan harum luar biasa. Semakin lo tambahin gula ke dalam kopi, semakin berjaya acidity nya. lo seperti dikuasai oleh karakter si Aceh Gayo ini. baru satu teguk... dan langsung gw dibuat mabuk *literally*


Next, adalah kopi fave saya: kopi tetes, gw paling suka karakter kopi yg kental (seperti lazimnya bapak2). Kopi lampung pesanan saya ini sebetulnya masih terhitung encer buat saya. Tp cukup beruntung adanya condensed milk membuat teksturnya tampak sesuai keinginan saya. dan enaknya susu kental manis membuat saya tidak perlu menuang gula ke dalam kopi :). Seperti halnya karakter Robusta, kopi saya ini terasa "harsh" dan ada aroma "terbakar" yang khas... buat saya, robusta itu rasanya..."nonjok" XD


ada beberapa menu makanan tradisonal juga di sini seperti tape bakar keju, bahkan Bajigur segala. Dan makanan2 berat lainnya sejenis pasta dkk. sayangnya karena masih kenyang, dan sedang bersiap untuk makan (lagi) jadi kami tidak berniat memesan apapun selain kopi.

Overall, tempat ngopi ini jelas bukan sekedar tempat kopi "main2" mereka berani mengeluarkan varian kopi yang "tidak biasa" (salah satunya si Aceh Gayo itu), dan menggunakan teknik brewing yang juga tidak "komersil", dan menyajikan "performance" yang menarik. sepertinya tempat ini memang ditujukan untuk para peminum kopi berat serta para petualang rasa :)

:cheers:

ps: Achi sempat menyicipi teh tariknya, sayangnya kurang spesial katanya. dan gw sempet bertanya menu favorit di sini, dan lagi2 si mbak menyodorkan 2 menu ice blended coffee (-,-)

Location: Little Tokyo, Jl. Melawai 9 No.2 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Score: 7.5 / 10


1 comment:

  1. ah disini sepi, ga menarik.. Kopi nya juga biasa aja..

    ReplyDelete