Bubur Kwang Tung

Yes, setelah sekian lama tidak pernah menulis disini dan setelah sekian lama mengalami hiatus juga penunggakan biaya kosan berlebih, ahirnya saya sebagai kontributor paling malas dan paling noisecore disini mendapat kesempatan untuk kembali menulis dan mereview tempat makan paling spektakuler. Bubur, apa itu bubur? Apa yang kalian ketahui tentang bubur? Ayam? Lembek? Putih? Kertas? *paan sih*


Bubur Kwang Tung terletak di daerah Pecenongan. Saya dan kontributor tamu yang merekomendasikan tempat ini mendapatkan kesempatan untuk menjajal tempat ini setelah menonton konser Sajama Cut, eh maksud saya Radio Dept. di Potatohead. Bubur Kwang Tung ini buka 24 jam, jadi kalian semua jangan hawatir untuk kehabisan disini, ibarat kata Rida Sita Dewi "Masih ada kesempatan kita." Oke mari kita sikat!

Kami bertiga memesan Bubur Kepiting di dalam draft menu Bubur Ala Canton (semacam bubur has Hongkong, yang di sajikan dalam satu mangkuk besar). Lalu sebagai teman Bubur Kepiting tadi, kami pun memesan cakue 4 pieces, Comeo Hongkong, Milk Tea dan Chinese Tea Pot.


Penyajian disini cukup cepat. Kami hanya menunggu sekitar 1 lagu Cinta Jangan Kau Pergi nya Sheila Majid kemudian voila Comeo Hongkong, Cakue, dan Bubur pun datang.


Bubur Kepiting yang kami pesan ini berasa sedikit seperti cream soup. Mungkin karena di sajikan dengan steamed kepiting, atau karena memang agak creamy. Yang jelas, rasanya berbeda dengan jenis jenis bubur berbahan dasar ketan putih atau beras lainnya. Dikombinasikan dengan menggunakan cakue yang disajikan secara tidak konvensional. Dalam penyajian bubur konvensional biasanya cakue disajikan dengan cara diiris - iris kecil kemudian ditaburkan diatas bubur, nah disini cakue disajikan dengan potongan - potongan yang agak besar dan kita bisa mencocol cakue tersebut kedalam satu mangkuk bubur. Oiya, bagi yang suka pedas, disini juga disediakan semacam cuka yang diberikan potongan potongan biji cabai rawit untuk di masukan kedalam bubur, tapi hati hati saos cuka ini cukup pedas.

Comeo Hongkong yang kami pesan ini mungkin adalah sejenis Horenso yang biasa kalian temukan di supermarket supermarket terdekat, Horenso ini masih satu family dengan bayam. Tapi bedanya Horenso hidup di rawa rawa, jadi jelas rasanya lebih kasar agak seperti kangkung dan lebih stoner. Cameo Hongkong ini disajikan dengan tumisan bawang putih dan tampaknya sedikit minyak zaitun. Recommended untuk dimakan bersama bubur barusan!

Sayangnya, pesanan minum kami datang cukup lama. Mungkin sekitar 15 menit dari pesanan makanan datang baru minum pun datang, itu pun ketika kami harus mengingatkan kembali pelayannya.


Milk tea nya biasa aja, level standar. Begitu pula dengan Chinese Tea Pot nya.

Mari kita tanyakan guest contributor kita tentang Bubur Kwang Tung ini.

Natasha Gabriella Tontey, 21
Illustrator/Photographer

"Kalau kita makan disini, kita bisa liat artis artis yang udah pernah datang ke sini dari foto - foto di dindingnya"


Overall tempat ini cukup asik dan bubur nya pun bisa terbilang obscure dan cult. Serta rasa yang berkualitas. Siapkan 100 ribu untuk makan berdua pun kenyang!

7,89/10




JAJALED!

6 comments:

  1. wah harusnya nama Rega & Riar di adminnya mulai dipisah ini

    ReplyDelete
  2. cobain bubur pi-oh/kura-kuranya... unik rasanya :D

    ReplyDelete
  3. @Andara Annisa: Enak Nca! Buburnya agak creamy gitu. Mungkin lo bisa nyoba makan disini sama yang stoner stoner metal gimana gituuuuuu

    @pooh: Woh! Karena saya penyuka kura-kura jadi pas lihat itu jadi kurang tertarik hahaha

    ReplyDelete
  4. @rega: okey fixed.
    @pooh: hah ada bubur kura2, kyk apaan tuh rasanya -_-

    tapi..

    pasti enak nih!!! soalnya.... (2)

    ReplyDelete
  5. @riar: iye, temen gw yg miara kura-kura sampe ga mau ngomong ama gw seminggu -_-

    @disasterhead: rasanya... kayak sapi tp lebih lembut dan berlemak gitu, antara sapi n ayam deh :|

    ReplyDelete