Mastro Meat Market

Lokasi: Jl. Wolter Monginsidi no. 36
Sesuai namanya Mastro Meat Market memang merupakan tempat untuk membeli daging. Letaknya sendiri tidak jauh dengan Indoguna yang juga sudah ngetop dari dulu menjual daging steak. Namun apakah yang unik dari Mastro? rupanya Mastro menerima jasa pemasakan untuk dine in. Mengingatkan kita akan Ranch Market. Tentunya awalnya kita harus ke pendingin untuk memilih daging yang akan kita makan.dipilih dipilih. dan setelah dipilih, harga dagingnya tergolong murah sih, tapi lebih enak kalau rame rame kesini, jadi bisa memesan yang banyak dengan harga yg sedikit.T-Bone, 300an gram seharga 69 ribu rupiah. saus bbqIce Tea, 7.500 rupiah merupakan salah satu minuman termurah di mastro. namun terdapat juga kulkas yg berisikan minuman soft drink seperti pulpy orange, coca cola, fanta, dll.

sayangnya tidak seperti ranch market, ternyata kita harus nambah bayar untuk biaya masak 10 ribu, lalu sausnya (ada mushroom, bbq, dan blackpepper) yg seharga 15 ribu. dan yang paling tidak asik ialah sidedishnya yang berupa soft drink, kentang, dan salad yg seharga 45 ribu. jadi tanpa steakpun kita sudah menghabiskan 70 ribu (what the...) kemahalan menurut saya. untuk itu saya menghadirkan guest review yaitu didit dari band pest lives untuk membahas side dish ini, silahkan :

Side Dish Mastro

Pertama kali ke Mastro, side dish adalah satu menu yang tidak kita pesan, dikarenakan harganya yang cukup wah untuk sebuah side dish yang terdiri dari mash potato/french fries dan seporsi salad. Lucunya, setelah gw cerita ke ibu gw tentang pengalaman makan daging wagyu di Mastro yang cukup enak, gw langsung diajak lagi ke restoran itu. Makan-makan keluarga, ditraktir ayah, aha! Saatnya gw mencoba side dish mereka.

Akhirnya setelah sampai sana, gw langsung memilih daging wagyu dan memesan seporsi side dish. Gw memilih mash potato dan sejurus kemudian ia datang di piring bersama daging saya pilih. Semangkuk salad juga turut menemani. Walhasil, apa yang tersaji di meja makan lebih meriah dibandingkan pertama kali datang ke sini :D
Pertama-tama sebagai pembuka salad gw lahap. Rasanya ya begitu saja berhubung tampilannya juga polos tanpa dressing, hanya mungkin sedikit minyak untuk memberikan rasa gurih. Porsi salad itu pun habis tanpa sensasi apapun, benar-benar cuma pemanasan.

Lanjut ke mash potato yang tampilannya juga standar mash potato. Lagi-lagi rasanya juga sebagaimana yang diharapkan dari seporsi mash potato. No fuss, semua terasa begitu normal, dibilang enak ya nggak, dibilang nggak enak juga nggak. Jadi gw putuskan untuk menghabiskan saja mash potato ini agar bisa konsen menyantap wagyu.

Kesimpulannya, untuk sebuah side dish seharga 45 rbi, seporsi salad dan seporsi mash potato memang tears cutup mahal. Rasanya jug tidal istimewa, mungkin memang hanya berfungsi sebagai pemanasan pert sebum menyantap dating. Kecuali memang pert lu lag lapar banged dan duet lag bank, side dish ini bias dilewatkan. But then again, Mastro is a meat market, you are not expected to eat potato there, you're there for pure carnivorous experience. Roar!


ok, terimakasih bung didit. sayang sekali anda menyalakan fitur autotext. dan anda tidak galau. (ga galau ga asik kyk kita kita gini deh) btw saat pulang saya dikasih lembaran saran buat mastro. setelah diisi saya mendapatkan : YEAH! strawberry ice cream inside the biscuits as a complimentary.

overall steaknya enak. saya kasih 7.8/10 deh. JAJALED!

4 comments:

  1. kok 8.3 sih!? tinggi amat? btw itu banyak autotext tuh dit. sama biaya saos bukan 20rb, tapi 15 ribu, ditambah biaya masak 10rb. total extra cost 25rb. FAAAARRRGGGG

    ReplyDelete
  2. "ternyata kita harus nambah bayar untuk biaya masak 10 ribu, lalu sausnya (ada mushroom, bbq, dan blackpepper) yg seharga 15 ribu. dan yang paling tidak asik ialah sidedishnya yang berupa soft drink, kentang, dan salad yg seharga 45 ribu. jadi tanpa steakpun kita sudah menghabiskan 70 ribu (what the...)"

    paket side dish 45rb itu seinget gw dah include biaya masak dan sauces deh :|
    saladnya kalo bukan yg baby spinach emang biasa :p
    if you really had to have some carbs, mending beli fries (spiral/wedges/crosscut) 0.5kg buat digorengin (lemari freezer deket rak spices, sampingnya sosis babi)
    kalo kesana jangan selalu terpaku sama prime cuts (striploin, tenderloin, ribeyes); secondary cuts dari premium beef juga enak dan jauh lebih murah :)

    ReplyDelete
  3. wuih mahal.. hehe :D
    (biasa makan di warung pecel ayam dan lele)

    ReplyDelete