Warung Nasi Ibu Imas

"Eaa. Aha gpp lah. Kan galauhood, semua demi hati"
sebuah text message dari salah satu kontributor, rega yang membuat saya sekelar nonton the temper trap (lagu sweet disposition mengingatkan akan sebuah adegan di 500 days of summer dimana tom mulai berharap kembali dengan summer setelah lama tidak bertemu, namun ternyata summer kejam :( ) ingin segera makan.meluncurlah kami ke Warung Nasi Ibu Imas, letaknya di Jl. Pungkur No.81, Bandung, agak tricky untuk bisa mencapai daerah sini, karena jalanannya banyak yang satu arah. letaknya tepat diperempatan dan buka pada malam hari, saya sendiri datang jam 1 malam, waktu dan titik dimana kegalauan berkumpul *apalagi kalo abis heuheuheu*. apakah yang istimewa ditempat ini? saudari rega dan saudara riar bilang bahwa tempat ini membuat anda teringat kembali ke momen momen dimana anda putus dengan mantan anda. sangat menyakitkan dan pedih. membuat anda menangis. namun ini makanan apa? sunda! ada apakah dengan makanan sunda didaerah pungkur yang bisa membuat anda merasakan momen pedih dengan mantan anda?ok, coba kita lihat dulu, saat masuk..hmm seperti rumah makan sunda pada umumnya, kita ambil lauknya sendiri dulu untuk digoreng mereka. ada banyak, seperti ayam, kikil, paru, usus, tahu, tempe dll.okeh. sudah dimasak dan dipanaskan, ini ada ayam, kikil, paru, tahu, dll. hmm masih bingung mana letak kepedihannya. *maaf kurang jelas, DOF tajem banget sih*hmmm tentunya makanan sunda kurang lengkap dengan sambelnya, pertama kita coba sambel leunca, ijo ijo seperti ada greenpeasnya.namun itu kurang pedas, disaat itu lah hadir...inilah Sambel Dadak, sambel laknat, saya menjilat kelingking saya yang tidak sengaja terkena sambel ini, wah menyengat sekali. singkat cerita saya makan dengan sambel ini, wanjrittt pedes banget! ternyata ibu imas memang terkenal dengan sambelnya. ARRGH!!! pedih! lebih pedes daripada masakan minang! mendadak saya jadi teringat omongan riar bahwa
"kalo makan di ibu imas bisa nangis...pedih rasanya kayak diputusin pacar"
wahhh ternyata ini! ini dia yang saya cari, alasan saya kesini! pedih sekali mata saya sampe berkaca-kaca, dari hidung saya ampe basah keluar ingus cair. arrghh jadi inikah rasanya diputusin pacar T_Tminuman teh panas gratisan memang ampuh untuk mengobati kepedihan ini, apalagi di kota bandung pada malam hari yg cukup dingin T_T . saya pun makan sampai perut saya panas. namun setelah itu saya menengok ke dinding warung ada...seuhah?! apa ini? it looks awful! lalu bung riar bilang "eh salah deng, mustinya lo makan yang seuhah, ini lebih pedih levelnya diatas sambel dadak" ANJROT kalo dadak aja udah pedih, bagaimana seuhah. *mungkin rasanya seperti dibunuh pacar* riar sendiri belum pernah mencoba sambel seuhah. special order sepertinya...saya ingin mencoba namun perut sudah knocked out oleh sambel dadak. alhasil saya ga jadi mesan. sialan pepatah kungfu memang benar, diatas langit masih ada langit. saya sendiri totalnya 26 ribu (ayam, kikil, nasi, sayuran, dan paru). harga lumayan terjangkau, siapin 30 ribu saja sih kalo kesini udah pedih. saya kasih 8.5/10.

JAJALED!



































i'm gonna taste you someday, seuhah. we're not finished. i'll be back. mark my words.

No comments:

Post a Comment