Empal Gentong Mang Darma

lokasi: Pasar Bintaro Sektor 2



Gw sm wahyu udah nyaris yakin kalo Empal Gentong Mang Darma ini kena gusur akibat pembangunan gedung sebagai ganti pasar di sekitaran terminal bintaro sektor 2 itu. Sampai akhirnya melihat spanduk kuning besar2 itu.


 Tadinya empal gentong mang darma ini tersempil di antara rumah2 dan bangunan2 hingga nyaris ga terlihat seperti warung makan. Dengan berpindah tempat seperti ini, membuatnya lebih mudah dikenali.



 




Daging, Usus, dan Babat yang dimasak dalam gentong dengan bumbu seperti gule khas dari Cirebon. Bisa disajikan bersama nasi ataupun lontong. Tersedia bawang goreng ekstra dan jeruk nipis serta garam untuk menyesuaikan dengan selera. Dan yang paling menyenangkan, untuk rasa pedas, Mang Darma menyediakan cabe kering bubuk sebagai pengganti sambel. Untuk beberapa menu, gw lebih prefer bubuk cabe untuk memberikan efek pedas, karena bubuk cabe tidak mengganggu rasa makanan, tidak seperti beberapa sambal yang sudah memiliki karakteristik masing, hingga musti berhati2 untuk menjodohkannya dengan menu yang tepat.






 (OIA plus di sebelah gerai Mang Darma ini, ngeceng dengan manisnya penjual gorengan—which is sesuatu yang ga pernah bisa gw tolak, hingga jadilah gw melipir dengan indah ke gerai tetangganya ini dengan memberikan selembar uang 10ribu rupiah, yang dikembalikan dengan aneka gorengan berjumlah 17 potong—jadi satunya berapa ya?)



 



Pada dasarnya gw adalah penggemar makanan berkuah, jadi tidak sulit buat gw langsung menyukai masakan Mang Darma ini (walaupun pas gw dateng kemarin yang jualan bukan lagi Mang Darma). Tasty, dengan rasa yang tidak datar seperti masakan setengah niat atau ragu2, it’s like they know the perfect taste to indulge people’s taste-buds. Mungkin bukan tipe menu yang bisa membuat lo melonjak dari kursi dan pulang dengan perasaan yang menggebu2. Rasa dari Empal Gentong Mang Darma ini sebetulnya sederhana, gurih dengan rasa gulai yang lebih lite, berempah, dan dengan daging serta jeroan yang sudah terbumbui dengan sempurna hingga tidak lagi bau prengus. It just hits the right spot, dan membuat lo terus terngiang dan ingin kembali lagi. Lo ga akan berusaha menelaah bumbu2 yang ada serta intensitas dari masing2 bumbu2 itu, lo Cuma bisa menikmati, menikmati, dan menikmati...hingga baru tersadar ketika isi dari mangkuk sudah ludes.



 

Ohtuhan aku sudah ngidam Empal Gentong lagi!

1 porsi empal gentong + nasi/lontong = 15ribu


1 comment:

  1. kemaren hari minggu pas habis berenang aku nemu empal gentong enak, di depok, rasanya asli banget dengan yang ada di cirebon, sampe nambah aku, kl istriku nyoba sate sapinya katanya enak juga, tempat nya di gran depok city, komplek ruko waterpark GDC sejajar dengan es teler 77, namanya empal gentong H.Uky

    ReplyDelete