Ebisu Curry

Lokasi: Gedung Kamome, Melawai. Lantai 2, depan tangga, sebelah Sanpachi Ramen Persis
Status: ada halal, ada engga :D




Kalo misalnya ada satu restoran yang menunya Cuma ada kari, apakah lo akan bertandang?

Kalo gw positif IYA :D

Dan gairah itu pun sudah menderu2 sejak EbisuCurry masih baru disusun2 layout interiornya dengan poster besar2 bertuliskan coming soon, dan tulisan2 kanji-yg-entah-apa-artinya serta logo yg membuat gw, wahyu, dan iki menebak2 “ini resto omurice apa kare?”, well either way, tetap gw bergairah...

Dan kali ini, ekspektasi tidak lagi membunuh...

Ini baru yang namanya kare yg serius!

Basically Ebisu Curry punya 3 macam kare, 2 macam menu (nasi atau udon), dan bermacam2 lauk, tinggal lo sendiri mau kombinasi yang mana, kecuali buat Udon sih, kalo udon Cuma ada satu pilihan kare, dan sekitar 4-5 lauk aja. Lauknya mulai dari katsu2an, udang, seafood, buta shabu, ajitama horenso, sampai takoyaki dan.... keju (serius gw penasaran banget sama toping keju ini).



Butuh waktu yang cukup lama buat kita ber-5 menentukan pilihan :D , menimbang2 kira2 kombinasi varian mana kah yang paling memuaskan.. udah serasa pilih jodoh aja.
Gw sendiri akhirnya memilih Zaru Curry Udon with Takoyaki Topping, alias Udon dingin dengan kuah kare (oke bayangkan soba dingin, tapi kali ini Udon dan kuah kare yg jadi pemeran penggantinya) beserta bonus side dish 4 potong Takoyaki.. ohya ga lupa ada bonus Ajitama Horenso-nya juga (semacam telur pindang ala jepang, tapi bertekstur super2 lembut). Tekstur udonnya kenyal dan tidak saling lengket, sementara kare untuk udonnya sedikit lebih encer dari biasa (mungkin untuk menghindari rasa eneg) dengan rasa yang gurih. Takoyakinya bisa gw masukan sebagai salah satu takoyaki terbaik yang pernah gw makan, benar2 gurih, sausnya nampol walaupun ga semanis saus takoyaki yang biasa, dan tekstur bagian dalamnya agak padat tidak se-creamy takoyaki2 yang selalu membuat gw meleleh penuh nikmat, but even though, perpaduan aneh itu tetap enak.



Seperti yang gw sebutkan sebelumnya, ada 3 jenis kare di sini. Kare untuk udon (yang sedikit lebih encer tadi), kemudian buta kare, dan original kare. Original kare adalah basic untuk ketiganya, teksturnya paling normal, dengan rasa gurih yang...just right. Sementara Buta Kare (yak, benar, ini versi non halalnya) memiliki tekstur yang lebih kental, pekat, lebih gurih, dan dilengkapi dengan serpihan2 daging...non halal itu. Tapi walaupun ketiganya memiliki perbedaan tekstur, level kegurihan, serta perbedaan ‘status’, tapi tetap memberikan efek yang sama: membanjiri setiap selah dalam mulut dengan segala aroma, spices yang terkandung di dalamnya, dipadu dengan tekstur nasi atau pun udon yang tepat. Gw benar2 tidak berhasil menemukan sesuatu yang salah di dalamnya. Berbeda dengan kari melayu atau pun India, kare jepang ini memiliki karakter tersendiri. Rasanya lebih mild dan unik.



Ketepatan rasa dan tekstur kare ini adalah penentu keberhasilan rasa dalam menu sejenis ini, kemudian didukung dengan faktor X berupa karakter udon atau pun nasi, sementara para topping hanya faktor pelengkap sesuai selera. BTW, nasi di sini benar2 pulen, jadi ketika si nasi bercampur dengan kare, tidak merubah teksturnya jadi benyek, tapi justru memberi ruang bagi kare2 itu untuk menyusup dan memberikan balance yang tepat.

Untuk harga, EbisuCurry memang masuk ke dalam list restoran yang hanya bisa didatangi ketika sudah gajian. Tapi, serius pas lo liat porsinya lo akan anggap kalo harganya masih terbilang...tepat (gw ga berani bilang wajar ahahahhaha). Range harga menu utama berkisar antara 45rb – 95rb untuk normal sizenya... kenapa gw bilang normal sizenya? Karena kalo lo mau pilih small size, lo hanya perlu mengurangi 10rb dari harga normal, sementara kalo mau yang large, tinggal tambahin 15rb dari harga normal menu yang lo pilih.. tp sumpah gw saranin jangan pilih yang large! Kalo kata wahyu itu sama aja kayak melahap lumpur lapindo!..gilaa piringnya aja selebar bahu wahyu! Dan untuk yang normal size aja udah sukses bikin Jojon sm Demi keblenger... jadi untuk porsi masyarakat sini yang normal, sepertinya small size aja udah cukup. (ps: size2 ini hanya berlaku untuk hidangan nasi)









Oya, ada menu combo di EbisuCurry, berupa mini Curry Udon dibarengi mini katsu don/mini oyakodon (boleh pilih)..tapi jangan ketipu sama kata “mini”nya, walaupun terlihat benar2 mini, tapi... percayalah lo ga bakal kuat ngabisin nasinya.
Di saat selesai makan, seperti kebanyakan restoran2 Jepang lainnya, disediakan dessert gratisan berupa manggo jelly yang super2 lembut dan seger, lengkap dengan potongan mangga di dalamnya. Benar2 pilihan yang tepat setelah kekenyangan lumpur lapindo...eh kare.





Mungkin buat orang Jepang restoran seperti ini adlaah tempat biasa, tp buat kami jarang2 bisa nemu restoran kare yang menarik dan variatif padahal menunya Cuma kare, dan masih bisa bikin gw penasaran mau coba varian lainnya. Salah satu yg notable sekali dari pilihan menu adalah Yaki Curry: nasi + kare pilihan + keju kemudian dipanggang... err.. paduan nasi + kare + keju aja udah bikin gw bingung.. apalagi semuanya dicampur aduk trus dipanggang?? (ngerasa aneh, tapi tetep penasaran mau cicip XD)



No comments:

Post a Comment