Seroeni

ada restoran baru nih di Plaza Senayan lt.3! hehe. tempatnya menggantikan Waroeng Podjok dulu itu. letak pasnya di luar metro. restoran ini menyajikan makanan peranakan cina layaknya Radja Ketjil dkk. saya suka sekali sama interior restoran ini yang sbnernya menurut saya lebih ke arah "jepang" daripada peranakan cina. terus warna dominan di restoran ini adalah biru muda. terobosan baru, kan biasanya kalo restoran peranakan gini warna2 dominannya pasti merah hehe :p

lanjut ke makanannya, ya menunya ada yang a la carte semacam nasi goreng, nasi hainan, mie goreng. ada juga yang buat lauk sharing atau sering disebut "makan tengah" seperti udang mayonaise, ayam2an *halah*.

saya memesan nasi goreng, saya tanya sama masnya, "nasi goreng andalan sini apa mas?", terus si mas2nya jawab dengan lantang "nasi goreng Kam Heong" *kalo ga salah hahaha*. "itu apa bedanya sama nasi goreng2 pada umumnya?", tanya saya. "nasi goreng ini pake 7 macam bumbu mba" eh 7 apa 17 ya? tapi kalo dipikir2 dengan logika, 17 macem bumbu apaan aja, jadi saya mengasumsikan (baca: meralat kuping budek saya) kalau ini benar 7 macam bumbu. ini dia si nasgor

hmmmm enak. tapi menurut saya rasanya ga beda jauh sama nasi goreng2 restoran pada umumnya hehe. harganya 28ribu, harga yang cukup masuk di akal. tapi sayangnya udangnya pelit bgt, cuma 3 potong >,< onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_anfq2rS8cdA/TM0oXm3YynI/AAAAAAAAASs/eyIdWbx9XJc/s1600/IMG00410-20101023-1758.jpg">terus ini makan tengah temen saya si udang mayonaise, aduh saya lupa foto pas baru keluar, jadi udah dimakan dulu deh ahahhaha. ternyata disajikan sama kentang goreng. harganya saya lupa :p

ini untuk dessertnya, Snow Monster. jadi kaya serutan es gitu pake topping mango. toppingnya ada banyak banget dari coklat sampe buah2an. oiya, basednya tuh sebenernya eskrim (rasanya bisa dipilih) tapi waktu itu es krim yang mau dipesen lagi ga ada, jadinya diganti yoghurt. ini nih bentukannya :9


overall Seroeni untuk rasa makanannya 7 deh. tapi untuk tempatnya saya suka bgt karena menurut saya ini sangat cozy hehe. selamat mencoba :D

Medan Baru

Restoran Medan Baru terletak di daerah Krekot deket Pasar Baru, belakang gedung metro Jl. Raya Krekot Bunder No 65, Pasar Baru - Jakarta tepatnya.jadi restoran apakah ini, mungkin anda sempat terkecoh dengan gaya pelayanan dan beberapa makanannya yang menyerupain restoran padang, namun sebenarnya ini bukan lah restoran padang. sebenarnya ini ialah Restoran Aceh/Medan gitu. beberapa makanannya cendrung manis, tidak pedas seperti restoran minang. saya sendiri sudah mendengar tentang restoran ini oleh saudari Andara Annisa 2 tahun lalu, namun baru berkesempatan memotret makanannya sekarang hehe. Jadi apakah yang special disini? kata orang orang sih kepala ikannya paling enak, namun besar sekali... favorit saya tak lain dan tak bukan adalah............ :that's rite, BURUNG PUNAI GORENG! JAWARA! saya bisa makan minimal 3 ekor, bahkan 5! waaarrrghh!!! rasanya gurih sekali dan empuk...meskipun agak kecil...tapi saya tak bisa berhenti mengambilnya....enaknya dimakan dengan saus merah (ala ayam pop), dan cabe hijau YEAH!!!!!5 Burung Punai totalnya 67500, jadi berapakah 1 nya? you do the math...uhmm 13.500? mahal yah hehehe tapi enak.

8/10

JAJALED!

Kedai Kak Ani

Jl. Kemang Selatan no 125 A Jakarta, Indonesia, 12730
yak Kedai Kak Ani lokasinya disitu, menyajikan masakan2 khas medan, wah seperti apa itu? mari kita coba.... dari segi interior tempat ini sangatlah berkonsep kuat kalo kata temen saya yang ternyata adalah seorang sales dari restoran ini (hahaha boong deng). namun saya mendapat sejarah dari teman saya kalau mengapa disebut kak ani, karena kak ani selaku pemilik kedai dipanggil kak karena dimedan memang begitu bah. kalo cowok dipanggilnya bang. hehehe.
roti jala, 33000. apakah ini makanan aseli medan? nampaknya bukan. tapi lumayan kalo laperbanget.mie rebus medan, 24.200..rasanya kurang masuk di saya meskipun perpaduannya banyak sekali seperti tauge, kentang, dll. tanpa bermaksud rasis, saya lebih suka mie rebus jogja. ehehehe.es teh manis 7.700, standar namun refillable. okelah.ini kak ani.(maaf candid kak, just for fun kok)ternyata adiknya kak ani (dipanggilnya "dik ani" dongs!?) sedang ultah ke 35, dan dia membagikan cakenya kepada seluruh pengunjung! thanks kak! ^_^ lumayan buat dessert.ini billnya, as usual pajak berbicara. 7.2/10

JAJALED!

Bakmi Buncit, Margonda

"Bakmi Buncit? kok di Margonda!?"

yak, pertanyaan tersebut mungkin akan terbesit di kepala saudara sekalian karena... Bakmi Buncit, kok di Margonda? apakah maksud dari sang pemilik tempat ini? apakah ini cabang dari tempat makan di area buncit, atau apakah karena ini merupakan sebuah nama yang filosofis, "Makan bakmi kami sampe Buncit"? *APEU*

terletak di jalan raya Margonda, Depok, Bakmi Buncit tempatnya di semacam ruko gitu. pojokan kiri sebelom Detos (Depok Townsquare), kalo dari arah margonda mau ke UI hehe. eksteriornya ga begitu menarik. dapurnya di luar, tapi kata temen saya dia berani jamin kalo di dalem ber-ac. dan untungnya memang iya. pas masuk, eeeeehhhh kok bau dupa ini ruangannya, ncik!

kita duduk, dikasih menu TANPA HARGA. aaaaarrrgggghhh, saya sebagai orang padang merasa nyawa saya sangat dipertaruhkan untuk makan di tempat2 yang menunya ga nyantumin harga. nanya si nciknya, kok ga dijawab malah cengar cengir doang. dem. akhirnya saya dan tiga orang teman saya memutuskan untuk tetap makan disini karena gosip2nya enak.

ini dia mie ayam pangsit rebus dan kwetiaw ayam pangsit goreng.
dicoba....... ternyata gosipnya bener, enaaaak! pangsit gorengnya enak, isinya gurih bgt dan meninggalkan rasa yang mendayu2 *APEU. kwetiawnya terlihat polos, difoto kok ga terlihat menarik? eh tapi beneran deh, rasanya enak. tampangnya pucet tapi rasanya bikin lidah sehat nyahahaha. tapi licin bener sih emang

kalo yang ini ifumie. yak, mie kriuk-kriuk disiram capcay.

gigitan pertama, garing-garing gurih enak bener. saya jadi ikutan ngidam lagi nih sambil nulis. sialan. porsinya banyak bgt, bisa buat 2 orang mungkin. ato 1 orang dengan perut jahanam.

buat minumnya kita pesen es teh manis aja, gara2 ga dicantumin harga, kami takut tertipu :p

ini rekan saya yang menyarankan buat makan disini (kanan) dan teman saya yang bermuka onta (kiri),

"gw sering kesini sama nyokap, makanya gatau harganya berapa soalnya dibayarin mulu"

huffft, tapi kita kan mahasiswa, jadi kerasa bayar sendiri uhuk uhuk. ah, daritadi ngomongin bayaran mulu nih, emang kenapa sih? coba diliat bonnya!

maderfakerrrr, seporsi ifumie 34ribu, kwetiaw saya 26ribu! ini pemerasan. untung enak. apa boleh buat, kami bayar dengan berat hati dan perut yang sukur-sukur berat juga.

rate 1-10 saya kasih 7.8. enak dan rada bikin nagih. cuma emang rada ngehe aja gak dicantumin harga. tricky banget nih, macem artis triphop asal england. *ceh, gitu :p

JAJALABLE ON THE AIR

adanya gelombang radio online, membuat jajalable culinary tak mau kalah. jajalable culinary akan di wawancarai oleh Whatevs Radio besok jam 19.30 malam!

bisa membuka link ini besok jam segitu http://www.whatevs.listen2myradio.com/

tune in or die!

Nu China Kitchen

satu lagi tempat makan 24 jam yg terletak di sebelah 7-Eleven Kemang, mungkin ini cabang dari Nu China yang terletak dijalan yang sama, bedanya yg ini memakan, sedangkan yang Nu China yang duluan adalah memuntahkan *apa maksud?* yah jadi setelah menonton JRL hari terakhir yang dimulai dengan the vines jam 6 sore. craig nichols nampak sudah gemukan, aksi mereka mengingatkan akan nirvana, tapi dengan 4 personil. saya sangat menantikan aksi sakit jiwanya craig tapi tidak ditemukan, hampir saja saya kecewa...ternyata di lagu terakhir "Fuck The World" hal itu muncul! yak craig membanting gitarnya, dan melemparnya ke drum. HAHA it never gets bored.

selanjutnya Wolfmother, band rock asik yang tampil memukau. sempat mengcover lagu The Who yang berjudul Teenage Wasteland yang intro kibornya sangat familiar.

lalu Mute Math, MEREKALAH BAND TERKEREN DALAM 3 HARI JRL 2010. aksi vokalis yang akrobatik handstand di kibor lalu jungkir balik, ngeloncatin kibor, juga drummernya yang tak kalah sakit dan kadang suka berkolaborasi dengan pemain bassnya menggebuk drum. seperti di youtube, mereka mengakhiri setnya dengan ngeberantakin panggung, terutama disektor drum. fully ENTERTAINING. 10 times cooler than what youve seen on youtube! mereka bermain dengan prima (air minum maksudnya)

selanjutnya Stryper, saya kurang tahu lagu mereka, tapi mereka bermain sangat lama saya sempat makan dan jalan2 nonton trees and the wild namun mereka belum juga kelar.

oke segitu saja, terakhir saya nonton netral dengan lagunya "cinta memang gila" :(









eh review nu chinanya mana? oke hahaha rata2 menu yang dijual adalah masakan china gitu. saya akhirnya memesan Ayam Goreng Nu China dengan nasi hainam, dan teman memesan Kuey Teow Goreng Sapi. minumnya Teh Tawar karena sudah kedinginan dipinggir laut ahaha


ini harganya..


Kuey Teownya biasa saja, ayam gorengnya agak manis, hmm lumayan enak sih. sayang ga ada kuahnya. overall saya kasih 7 dari 10.JAJALED!

Ebisu Curry

Lokasi: Gedung Kamome, Melawai. Lantai 2, depan tangga, sebelah Sanpachi Ramen Persis
Status: ada halal, ada engga :D




Kalo misalnya ada satu restoran yang menunya Cuma ada kari, apakah lo akan bertandang?

Kalo gw positif IYA :D

Dan gairah itu pun sudah menderu2 sejak EbisuCurry masih baru disusun2 layout interiornya dengan poster besar2 bertuliskan coming soon, dan tulisan2 kanji-yg-entah-apa-artinya serta logo yg membuat gw, wahyu, dan iki menebak2 “ini resto omurice apa kare?”, well either way, tetap gw bergairah...

Dan kali ini, ekspektasi tidak lagi membunuh...

Ini baru yang namanya kare yg serius!

Basically Ebisu Curry punya 3 macam kare, 2 macam menu (nasi atau udon), dan bermacam2 lauk, tinggal lo sendiri mau kombinasi yang mana, kecuali buat Udon sih, kalo udon Cuma ada satu pilihan kare, dan sekitar 4-5 lauk aja. Lauknya mulai dari katsu2an, udang, seafood, buta shabu, ajitama horenso, sampai takoyaki dan.... keju (serius gw penasaran banget sama toping keju ini).



Butuh waktu yang cukup lama buat kita ber-5 menentukan pilihan :D , menimbang2 kira2 kombinasi varian mana kah yang paling memuaskan.. udah serasa pilih jodoh aja.
Gw sendiri akhirnya memilih Zaru Curry Udon with Takoyaki Topping, alias Udon dingin dengan kuah kare (oke bayangkan soba dingin, tapi kali ini Udon dan kuah kare yg jadi pemeran penggantinya) beserta bonus side dish 4 potong Takoyaki.. ohya ga lupa ada bonus Ajitama Horenso-nya juga (semacam telur pindang ala jepang, tapi bertekstur super2 lembut). Tekstur udonnya kenyal dan tidak saling lengket, sementara kare untuk udonnya sedikit lebih encer dari biasa (mungkin untuk menghindari rasa eneg) dengan rasa yang gurih. Takoyakinya bisa gw masukan sebagai salah satu takoyaki terbaik yang pernah gw makan, benar2 gurih, sausnya nampol walaupun ga semanis saus takoyaki yang biasa, dan tekstur bagian dalamnya agak padat tidak se-creamy takoyaki2 yang selalu membuat gw meleleh penuh nikmat, but even though, perpaduan aneh itu tetap enak.



Seperti yang gw sebutkan sebelumnya, ada 3 jenis kare di sini. Kare untuk udon (yang sedikit lebih encer tadi), kemudian buta kare, dan original kare. Original kare adalah basic untuk ketiganya, teksturnya paling normal, dengan rasa gurih yang...just right. Sementara Buta Kare (yak, benar, ini versi non halalnya) memiliki tekstur yang lebih kental, pekat, lebih gurih, dan dilengkapi dengan serpihan2 daging...non halal itu. Tapi walaupun ketiganya memiliki perbedaan tekstur, level kegurihan, serta perbedaan ‘status’, tapi tetap memberikan efek yang sama: membanjiri setiap selah dalam mulut dengan segala aroma, spices yang terkandung di dalamnya, dipadu dengan tekstur nasi atau pun udon yang tepat. Gw benar2 tidak berhasil menemukan sesuatu yang salah di dalamnya. Berbeda dengan kari melayu atau pun India, kare jepang ini memiliki karakter tersendiri. Rasanya lebih mild dan unik.



Ketepatan rasa dan tekstur kare ini adalah penentu keberhasilan rasa dalam menu sejenis ini, kemudian didukung dengan faktor X berupa karakter udon atau pun nasi, sementara para topping hanya faktor pelengkap sesuai selera. BTW, nasi di sini benar2 pulen, jadi ketika si nasi bercampur dengan kare, tidak merubah teksturnya jadi benyek, tapi justru memberi ruang bagi kare2 itu untuk menyusup dan memberikan balance yang tepat.

Untuk harga, EbisuCurry memang masuk ke dalam list restoran yang hanya bisa didatangi ketika sudah gajian. Tapi, serius pas lo liat porsinya lo akan anggap kalo harganya masih terbilang...tepat (gw ga berani bilang wajar ahahahhaha). Range harga menu utama berkisar antara 45rb – 95rb untuk normal sizenya... kenapa gw bilang normal sizenya? Karena kalo lo mau pilih small size, lo hanya perlu mengurangi 10rb dari harga normal, sementara kalo mau yang large, tinggal tambahin 15rb dari harga normal menu yang lo pilih.. tp sumpah gw saranin jangan pilih yang large! Kalo kata wahyu itu sama aja kayak melahap lumpur lapindo!..gilaa piringnya aja selebar bahu wahyu! Dan untuk yang normal size aja udah sukses bikin Jojon sm Demi keblenger... jadi untuk porsi masyarakat sini yang normal, sepertinya small size aja udah cukup. (ps: size2 ini hanya berlaku untuk hidangan nasi)









Oya, ada menu combo di EbisuCurry, berupa mini Curry Udon dibarengi mini katsu don/mini oyakodon (boleh pilih)..tapi jangan ketipu sama kata “mini”nya, walaupun terlihat benar2 mini, tapi... percayalah lo ga bakal kuat ngabisin nasinya.
Di saat selesai makan, seperti kebanyakan restoran2 Jepang lainnya, disediakan dessert gratisan berupa manggo jelly yang super2 lembut dan seger, lengkap dengan potongan mangga di dalamnya. Benar2 pilihan yang tepat setelah kekenyangan lumpur lapindo...eh kare.





Mungkin buat orang Jepang restoran seperti ini adlaah tempat biasa, tp buat kami jarang2 bisa nemu restoran kare yang menarik dan variatif padahal menunya Cuma kare, dan masih bisa bikin gw penasaran mau coba varian lainnya. Salah satu yg notable sekali dari pilihan menu adalah Yaki Curry: nasi + kare pilihan + keju kemudian dipanggang... err.. paduan nasi + kare + keju aja udah bikin gw bingung.. apalagi semuanya dicampur aduk trus dipanggang?? (ngerasa aneh, tapi tetep penasaran mau cicip XD)



Empal Gentong Mang Darma

lokasi: Pasar Bintaro Sektor 2



Gw sm wahyu udah nyaris yakin kalo Empal Gentong Mang Darma ini kena gusur akibat pembangunan gedung sebagai ganti pasar di sekitaran terminal bintaro sektor 2 itu. Sampai akhirnya melihat spanduk kuning besar2 itu.


 Tadinya empal gentong mang darma ini tersempil di antara rumah2 dan bangunan2 hingga nyaris ga terlihat seperti warung makan. Dengan berpindah tempat seperti ini, membuatnya lebih mudah dikenali.



 




Daging, Usus, dan Babat yang dimasak dalam gentong dengan bumbu seperti gule khas dari Cirebon. Bisa disajikan bersama nasi ataupun lontong. Tersedia bawang goreng ekstra dan jeruk nipis serta garam untuk menyesuaikan dengan selera. Dan yang paling menyenangkan, untuk rasa pedas, Mang Darma menyediakan cabe kering bubuk sebagai pengganti sambel. Untuk beberapa menu, gw lebih prefer bubuk cabe untuk memberikan efek pedas, karena bubuk cabe tidak mengganggu rasa makanan, tidak seperti beberapa sambal yang sudah memiliki karakteristik masing, hingga musti berhati2 untuk menjodohkannya dengan menu yang tepat.






 (OIA plus di sebelah gerai Mang Darma ini, ngeceng dengan manisnya penjual gorengan—which is sesuatu yang ga pernah bisa gw tolak, hingga jadilah gw melipir dengan indah ke gerai tetangganya ini dengan memberikan selembar uang 10ribu rupiah, yang dikembalikan dengan aneka gorengan berjumlah 17 potong—jadi satunya berapa ya?)



 



Pada dasarnya gw adalah penggemar makanan berkuah, jadi tidak sulit buat gw langsung menyukai masakan Mang Darma ini (walaupun pas gw dateng kemarin yang jualan bukan lagi Mang Darma). Tasty, dengan rasa yang tidak datar seperti masakan setengah niat atau ragu2, it’s like they know the perfect taste to indulge people’s taste-buds. Mungkin bukan tipe menu yang bisa membuat lo melonjak dari kursi dan pulang dengan perasaan yang menggebu2. Rasa dari Empal Gentong Mang Darma ini sebetulnya sederhana, gurih dengan rasa gulai yang lebih lite, berempah, dan dengan daging serta jeroan yang sudah terbumbui dengan sempurna hingga tidak lagi bau prengus. It just hits the right spot, dan membuat lo terus terngiang dan ingin kembali lagi. Lo ga akan berusaha menelaah bumbu2 yang ada serta intensitas dari masing2 bumbu2 itu, lo Cuma bisa menikmati, menikmati, dan menikmati...hingga baru tersadar ketika isi dari mangkuk sudah ludes.



 

Ohtuhan aku sudah ngidam Empal Gentong lagi!

1 porsi empal gentong + nasi/lontong = 15ribu