Soto Kuali Daging Sapi Cempaka

Category: Restaurants
Cuisine: Javanese
Location: Bintaro Sektor 1 (sebelah Indomart/KFC)
Score: 2 dari 5 bintang



Beberapa waktu lalu saat sedang terkatung-katung di Indomart Bintaro Sektor 1, tiba2 saya melihat sebuah penampakan kedai kecil di samping Indomart , kedai itu meneriakkan kalimat: “SOTO KUALI DAGING SAPI Rp.6000!” . whoa.. dengan segera kedai ini masuk ke list buruan kuliner saya.. yah, kata “SOTO” dan “MURAH” memang sudah menjadi magnet tersendiri bagi saya hehehe.. namun di luar faktor X tersebut, sebetulnya penampakkan kedai ini juga membuat saya tertarik untuk menghampiri.. nuansa kejawen, kayu2, serta poci2 tanah liat mendukung magnet itu untuk membuat saya mendekat...


Hingga akhirnya satu siang yang lembab, saya dan wahyu mengukuhkan niat menghampiri kedai kecil di jalan sempit itu. Sepertinya kedai ini kalah pamor dibanding gerai masakan jepang di sebelahnya. Tempat ini begitu sepi, tapi entah kenapa saya tetap lebih tertarik menghampirinya. Ketika memasuki ruangan, dua rak appliance dari tanah liat langsung menyambut, ditemani beberapa bangku2 serta meja kayu yang terlihat mini. Dengan dekorasi ukir2an di beberapa tempat. Entah kenapa..suasana ruangan ini membuat saya nyaman....

area lesehan


wahyu jadi raksasa


Satu Soto Daging Campur, dan satu pisah, ditemani dua gelas es teh manis.

Selagi menunggu pesanan datang, saya melirik ada dua nampan berisikan gorengan seperti Tahu isi, perkedel dan Sosis Solo.. whoa buat saya ini seperti sesajen, dan saya adalah jin-nya. Dan tanpa pikir panjang, sosis solo serta tahu isi sudah nangkring di tangan saya. 


Dari kecil saya sudah menjadi fans berat sosis solo, jadi di setiap kesempatan saya menemukannya pasti langsung saya santap. Sosis Solo di kedai ini memiliki tekstur kulit yang tidak selembut beberapa sosi solo yang pernah saya makan. Kulitnya lebih tebal, dan teksturnya sedikit garing seperti telur dadar yang digoreng dalam minyak yang banyak. Tapi kulitnya harum, dan membuat fakta minyak itu terlupakan begitu saja. Sayangnya, daging isiannya agak terlalu halus dan kebanyakan maizena, rasa bumbunya pun kurang kuat.

Yang kedua: Tahu Isi. Ini monster tahu! Ukurannya super besar, tapi harganya Cuma 1000 perak! Tahu isinya menggunakan jenis tahu yang halus, dan tahunya seperti sudah direndam dengan air garam. Dengan isian toge, serta dibalur tepung bumbu. Tahu isi ini adalah menu favorit saya dan wahyu.

tahu raksasa

Es teh manisnya harum.. sepertinya mereka menggunaka teh melati poci, humm mungkin kalo saya dan wahyu pesan teh panas, mereka akan menyajikannya dengan poci tanah liat serta gula kristal 

Soto Daging. Begitu si soto datang, bentukannya mengingatkan saya pada soto kudus. Disajikan dalam mangkuk2 kecil persis soto kudus blok M. dengan isian daging, toge, dan bawang goreng. Begitu saya cicipi, hal pertama yang terlintas adalah: daging. Rasanya D-A-G-I-N-G.  benar2 rasa daging.toge.dan bawang. Seriously. Kuahnya itu benar2 rasa kaldu daging sapi, yang benar2 hasil dari rendaman daging. ditambah dengan kolaborasi toge yang segar, rasanya seperti togenya hanya direbus beberapa detik saja, sehingga rasa togenya pun cukup mendominasi rasa. Dan selebihnya saya tidak merasakan bumbu2 lain yang spesifik. Entah karena memang rasa soto kuali daging sapi itu memang seperti ini aslinya, atau mungkin memang sengaja dibuat seperti ini agar pengunjungnya bisa bereksperimen rasa sendiri dengan perkakas yang disediakan di meja, atau memang mereka kurang berani bermain bumbu, sehingga tidak ada rasa lain yang menonjol selain ‘daging’. Tapi paling tidak saya sudah cukup beruntung karena dagingnya tidak bau prengus.. dengan sedikit kecap, jeruk, serta sambel yang segar, membuat soto daging saya tidak terlalu ‘daging’.


Overall, untuk makanannya masuk ke golongan biasa2 saja, well kecuali tahu isi raksasanya itu, tapi yang saya suka dari kedai cempaka ini, tempatnya bersih dan nyaman, dan untuk makan siang murah meriah, tempat ini cukup ok, toh masih ada perkakas perbumbuan di atas meja yang menolong rasa.

Ps: kenapa ya tempat ini tidak memberikan musik2 bernuansa jawa untuk mendukung ambience ruangan. Bahkan mereka tidak memasang musik, atau tv atau apapun yang bersuara di kedai ini.. i felt like i’m eating in a deadly silence.

TRS Diner

Eh booo, pa kabaaar?
Nyahahaha. Udah lumayan lama nih gw ga ngereview. Biasalah, motion designer miskin yang berjuang di rimba Jakarta mencari sesuap nasi dan mencari pacar. Ehm.
Dan karena Adyt si disasterhead akhir-akhir ini lagi sensi gara-gara TA, lebih baik gw mulai mereview lagi sebelum dia ngomel-ngomel. Karena dia kalo ngomel rese. Asli.

Okeh! TRS Diner, Citos lantai 1, kalo dari parkiran belakang naik tangga terus nengok kanan. Kalo ga liat ada TRS di sana, bukan lo yang salah, karena TRS Diner adanya di sebelah kiri.


Gw kebetulan kemaren makan di sana sama Dana.

Dana ini adalah manusia super kinih yang sudah gw anggap sebagai kakak gw sendiri, karena hampir setahun gw numpang tinggal di rumah dia.
Cukup basa basinya.

Classic Beef Burger (45.000)

Besar, enak, kenyang.
Gw suka nih burger jenis homemade begini. Dagingnya empuk, segar.
Rotinya juga enak, dimasaknya pas lah.
Tapi oh tapi, saladnya kurang seger kalo menurut gw.
Nampaknya pegawai di TRS Diner harus lebih rajin ngecek kulkas.

Ocean Wraps (49.000)

Sekilas seperti martabak, tapi isinya seafood.
Seafood ya bukan seafoot. Euw.
Ada udang, cumi, gitu-gitu deh, makanan laut.
Ini yang mesen si Dana, kata dia sih enak, karena dia seleranya oke, gw sih percaya aja. Dia ini yang dosa kalo dia boong.

Minuman, gw pesen hot tea dengan rasa favorit gw, earl grey (17.000)
Dana pesan peppermint ice tea (17.000)
Mereka pake Twinings tehnya.

Nah ini nih salah satu faktor gw yang gw suka di sini.
Teh-nya free refill.
Kalo ga salah soft drinknya juga deh.
Isi ulang berapa kali juga tetep 17ribu harganya, kecuali kalo lo minta isi ulang pulsa.

Overall, ini adalah restoran bergaya Amerika dengan menu-menu khas Amerika pula.
Rasanya oke lah, cuma ya itu tadi, saladnya bikin rada ilfil, ayo dicek kulkasnye baaang.
Suasana dan interior juga cukup oke. Banyak foto-foto lucu.
Sedikit mengingatkan pada resto Happy Days di jalan Juanda yang oldskool berat.
Hanya yang ini newer and trendier version. Tsaaahh..

Gw pernah nanya sama pelayannya, TRS singkatan dari apa.
Dia bilang dia ga tau.
Tapi gw sih nebak TRS itu adalah singkatan dari.. TERUS.
Apa sih.

Jangan lupa tax 10% dan service charge 5%

7,5 dari 10

JAJALED!

Popeyes? or Lousiana Kitchen? WTF.

ketika hotdogonastick hilang dari peredaran, saya teramat merasa kehilangan dan berharap mereka akan buka lagi seperti BK atau Orange Julius, namun nyatanya tidak buka buka juga ampe sekarang huhu. salah satu restoran fastfood fave saya, popeyes pun terancam hilang *atau mungkin sudah hilang*. saya barusan nyamperin popeyes cabang mall taman anggrek untuk makan popeyes karena kangen ingin makan biscuitsnya. tapi ternyata....
apa ini besar sekali di ceiling?memang sih masih ada tulisan popeyes dan karakter kartunnya, but...this is awkwardini 28 ribu, berisikan perkedel *wtf perkedel*, satu chicken strips, dada ayam, pudding, orange juice. saat saya makan ayamnya saya masih merasakan sisa2 kejayaan popeyes, namun itu pun juga sudah agak berkurang. mengapa ini banyak terjadi penurunan kualitas, seperti pizza hut yang sekarang sok elegan namun tidak pakai keju mozarella dan tidak fresh juga tidak ada keju parmesan, atau cfc yang sekarang segmentasinya ke suburban atau menengah kebawah.. ckckckckkemana iced cake?
kemana mashed potato?
kemana spicy cajun ricenya?
kemana kacang merahnya?
kemana friend chicken yang juicy dan besar?
kemana biscuits? roti yang renyah
jangan sampai menu2 tersebut musnah, nampaknya terlambat. :(
what the fuck is lousiana kitchen!?
bring back the good ol' popeyes!
apakah lidah khalayak umum kurang bisa menerima popeyes sehingga mengalami penurunan kualitas? yang pasti ini bukan popeyes yang kukenal! 3 out of 10!
saya sarankan kalian nonton filmnya Adam Sandler yang berjudul Little Nicky!

GO-ZARU!! Yakitori & Donburi

Image and video hosting by TinyPic


Setelah beberapa hari kami melihat penampakkan gerai merah ini di BIntaro, baru pada akhirnya hari senin sore kemarin kami sukses mendarat di sana. Dan fakta bahwa Yakitori jualan mereka sudah habis beberapa jam lebih awal dari jadwal mereka tutup, selama beberapa hari berturut2, membuat saya, wahyu, mas gogon, dan mas jojon terpacu rasa penasarannya dan semakin ingin menyicipi yakitori ini.


Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic


GO-ZARU!! Memiliki 4 golongan menu: Yakitori (sate2an), Onigiri (nasi kepal), Donburi (Rice bowls), dan beberapa menu sampingan.


Untuk Yakitorinya mereka menyediakan 5 varian: Momo (paha ayam), Negi (kombinasi daging dada ayam dan daun bawang), Kawa (Kulit ayam), Shiro (Ampela), dan Ikada (Brutu—sebetulnya di sini gw agak bingung, karena ikada biasanya berupa sate daun bawang yang ditusuk dengan dua skewer, sehingga membentuk raft, makanya dinamakan Ikada, sementara brutu biasanya namanya Bonjiri). Sayangnya, GO-ZARU!! berniat untuk menghapus menu Shiro dan Ikadanya, jadi kemarin kami tidak sempat menyicipi 2 varian tersebut.



Image and video hosting by TinyPic
Momo dan Negi


Pada dasarnya, Momo dan Negi memiliki rasa yang tidak jauh berbeda, hanya saja Momo memiliki tekstur yang sedikit berlemak, sementara bagi penyuka tekstur dada ayam yang kering dan berserat diselingi dengan aroma daun bawang yang harum, saya menyarankan Yakitori Negi. Keduanya dibalur dengan Tare Sauce yang gurih dan manis... and i must warn you, anda harus berhati2, karena benda ini adalah benda adiktif... sampe sekarang pun saya masih terus terbayang2 sausnya.


Sepertinya GO-ZARU!! Menggunakan madu sebagai pengganti gula di sini, sehingga memberikan tekstur caramelized yang sempurna... bercampur dengan gurih soy sauce dan mirin. Sebetulnya masih ada satu mistery sauce di sini, yg gw curigai antara sake, beer, atau mungkin semacam vinegar (atau malah kombinasi semuanya?) yang jelas mistery sauce ini bereaksi secara sempurna dengan madu dan memberikan aroma yang khas. (and not to mention membuat saya kecanduan huahahah)


Tapi dari seluruh varian yang ada di GO-ZARU!! Tare Sauce ini sangat sangat bereaksi sempurna dengan Kawa Yakitori....Bayangkan ini: Kulit ayam yang dibakar dengan arang, dengan tekstur2 sedikit crispy menggosong di beberapa sudut yang tepat, yang kemudian bila digigit terasa sensasi caramelized yang garing, tapi lumer di mulut seketika dan meletuskan bumbu2 gurih manis yang terserap dalam kulit.... rasanya seperti berenang di bak bumbu Yakitori


Ohtuhan.. saya sedang tidak lebay, tapi saya sedang berusaha menuangkan apa yang saya rasakan semalam saat menyantap Yakitori di GO-ZARU!! Ke dalam kalimat lengkap....


Image and video hosting by TinyPic
Kawa Yakitori



Next, Onigiri. Onigiri GO-ZARU!! Terdiri dari 5 varian: Salmon, Tuna, Tuna Mayo, Katsuo, dan Plain. Onigiri di sini berupa Onigiri Bakar, tapi, entah kenapa rupanya tidak seperti Onigiri bakar kebanyakan yang seluruh permukaan luarnya garing dan kecoklatan, hanya sisi2 tertentu saja yang terbakar sedikit, dan dilapisi Tare sauce yang aduhai tadi. Nasi Onigirinya aga terlalu lembek dan kurang sedikit mirin, jadi agak mematikan rasa isiannya. Untuk isiannya, saya dan wahyu memilih varian salmon, dan tuna mayo. Tadinya saya ingin memilih katsuo saja yang tampak lebih menarik, tapi sayang, lagi2 kehabisan ^ ^;.


Rupanya Salmon dalam onigiri di sini, tidak berupa salmon mentah, tapi salmon setengah matang tanpa bumbu, mengingat tekstur nasi yang kelembekan itu, sepertinya akan lebih baik bila salmonnya berupa salmon mentah yang diberi sedikit mayonaise, karena salmon setengah matang ini menimbulkan rasa sedikit eneg bila bercampur dengan nasi lembek tersebut, sehingga saya dan wahyu harus terus2an mengolesinya dengan Tare Sauce untuk menutupi rasa anehnya. Sementara Tuna Mayo Onigirinya jauh lebih enak karena, terbantu dengan rasa mayo jepang yang khas dengan tekstur tuna yang lebih berserat dengan aroma yang lebih tajam dibandingkan dengan salmon setengah matang tadi.


Image and video hosting by TinyPic
Onigiri



Sementara untuk menu2 sampingannya berupa: Cream Korokke, Potato Salad Korokke, Gyoza, Onion Ring, Edamame, Fried Potato, Mushroom Kushikatsu (Jamur goreng tepung). Yang sempat saya cicipi kemarin adalah Mushroom Kushikatsu. Gw agak berharap akan ada taburan mayo dengan tepung2 gurih, tapi rupanya Jamur serta tepungnya tidak dibumbui terlebih dahulu sehingga kalo tidak di dip ke Tare Sauce, rasanya akan terlalu hambar. Dan amis jamurnya jadi sangat terasa.


Image and video hosting by TinyPic
Mushroom Kushikatsu


Dan setelah semua excitement itu, si mas salah satu ownernya dengan baik hati memberikan complimentary menu berupa Kawa Kushikatsu.. yah well gw ga tau sih namanya apa, tapi yang jelas lembaran2 kulit ayam itu digoreng dengan tepung yang sma dengan si jamur. Tapi kali ini memberikan hasil yang jauh lebih sempurna, kombinasi gurih lemak kulit ayam dengan tepung crispy yang hambar tadi disiram dengan Tare Sauce yang nikmat tadi * kreeeesshhhhhhh *... ohhh hell to the yeahhhh.... menu ini merupakan menu percobaan yg belum ada di menu, tapi begitu ditanya si masnya mengenai menu ini, saya langsung menjawab: “ENAK BANGET. WAJIB MASUK MENU” hooohhhh.. kalo aku dateng lagi aku boleh minta menu percobaan ini lagi yah mas...yah yah yah yaaahhhhhhh :D.


Image and video hosting by TinyPic


Over all, mungkin saja Tare Sauce ini tidak senikmat Tare Sauce lainnya yang lebih otentik, tapi cara pengaplikasiannya terhadap menu2 yang mereka punya yang membuatnya menjadi begitu adiktif..


Window-side table. Hard rain. Wonderful companion. Great service. A plate of freshly made yakitoris. What’s not to love?




Image and video hosting by TinyPic

Open Daily
Weekdays: 2pm – 11pm
Weekend: 2pm – 3am
(selama persediaan yakitori masih ada :P)


Price:
Yakitori: 14.000/6pc
Onigiri: 8.000/pc (7.000 untuk yang plain)
Donburi: 22.000 – 28.000 (berhubung udah terlalu kenyang, jadi ga pesen Donburi, next time saya update reviewnya)
Side Dish: 8.000 – 12.000
Drinks: 3.000 – 4.500 (kecuali Suikazaru = 7.000)


Tersedia WiFi yang cukup ngacir :D
Tersedia Beer dan Sake sesuai permintaan (tidak ditulis dalam menu :P)