Sambel Hejo


Setelah sekian lama mencari tempat makan yang tidak dipenuhi oleh pasangan muda mudi, maka akhirnya pilihan kami kali ini jatuh ke Sambel Hejo. Restoran ini terletak di jalan Natuna, Bandung, dekat jalan Sumatra di mana ada tempat dugem Amare, nah di dekat sana lah letaknya Sambel Hejo. Sebenernya nama asli restorannya adalah Rumah Makan Sari Rasa, Sambel Hejo adalah sebutan untuk restoran ini karena sambel nya yang famous.

Seperti namanya, andalan dari restoran ini tak lain adalah sambalnya yang berwarna hijau. Sistimnya seperti makan padang biasa, lauk pauk dan lalapan ditata di atas meja, nanti akan dihitung apa saja yang sudah kita makan. Oh ya, jangan coba memakai trik-trik aneh supaya tidak bayar di sini, we’ve tried and we’ve failed.



Rasa lauknya standar. Rasa tempenya seperti tempe, rasa tahunya seperti tahu. Rasa pepesnya yang saya pikir bakal sedikit mengagetkan, ternyata tidak jauh berbeda dengan rekan-rekannya. Rasa ayam nya sebenarnya enak, hanya saja sayang nya ayam yang di hidangkan disini terlalu kecil dan cukup mahal. Rasa ayam goreng di Sambal Hejo ini agak manis dan penuh minyak, jadi tidak di anjurkan untuk di makan oleh kamu kamu yang tidak pede akan jerawat. Lalu bagaimana dengan rasa sambelnya? Sambelnya memang terasa enak, sangat terasa bawang, tapi jangan berharap banyak, rasanya tidak sebegitu wah-nya lho. Jadi apa yang bisa dibanggakan dari tempat ini selain sambalnya?


Tunggu sampai kalian mencoba... jeng, jeng.



Cimplunx! Ya, kalian boleh meremehkan makanan yang satu ini karena namanya yang cute. Tapi jangan salah, rasanya luar biasa. Cimplung pada dasarnya adalah kentang, tapi dibentuk menjadi bola. Jadi seperti bola ubi (ada yang sudah pernah mencoba bola ubi?), tapi bedanya ini kentang. Nah coba kita intip dalamnya.


Buram ya? Ya kira-kira seperti itu, tidak jauh berbeda dengan isi hati kami yang sudah 6 bulan masih saja buram dan berdebu.

Sederhananya, bayangkan saja mashed potato tapi lengket dan melar waktu digigit. Perpaduan rasa gurih yang alami (berasal dari bumbu bumbu macam bawang, garam dan merica dan bukan gurih msg) dan kenyal-kenyal yang spektakuler, terlebih lagi bentuknya yang cute dan memaksa kita untuk memakannya, dan lembut ketika masuk ke mulut. Enak dipadu dengan sambelnya! Dan si cimplung ini juga yang akhirnya berhasil membuat kami tidak menyesal makan di Sambel Hejo hari itu.

Saran kami, sebaiknya jangan datang di jam makan siang. Selain ramai, mereka biasanya akan lebih memprioritaskan orang yang datang membawa rombongan (biasanya keluarga atau orang kantoran datang ke sini dan langsung makan dua-tiga meja) atau dengan penampilan yang lebih berduit (jadi pelajar dan mahasiswa seperti kita kita, bersabar ya!). Harganya pun lebih cocok untuk didatangi bersama orang tua, sekitar 15-25.000 kamu sudah bisa kenyang (5500 juga bisa sih, tapi cuma nasi, lalap, sama sambel. Beneran.).

Cimplungnya sendiri harganya 1500 satunya dan kami jamin kalian tidak akan mungkin hanya bisa berhemat memakan satu cimplung disini, cimplung is a dope, nagih banjet, just like love deh. Oh ya, terus kalau kamu merasa kurang dihiraukan sama penjaga kasirnya, saran kami, langsung ngomong ke mas-masnya yang banyak berkeliaran! *Cewek emang suka gitu kok, jual mahal, sabar ya.

Nah review kami kali ini ditemani oleh seorang guest contributor berinisial I. Sayangnya dia tidak mau kalau wajahnya masuk ke kamera, harap maklum, dia memang percaya banget sama hal-hal mistis dan paling takut kualat. Karena dia tidak mau masuk kamera, maka reviewnya yang kami abadikan di kamera. Ini dia.



Overall, cimplung dan sambelnya memang enak, tapi sayangnya cuma dua itu juga yang bisa kami acungi jempol dari Sambel Hejo, (apalagi mengingat sebenarnya cimplung bukan termasuk lauk, tapi cuma cemilan), dan menurut kami harga yang ditawarkan kurang sesuai dengan variasi rasa yang ditawarkan, pelayanannya yang cukup mendiskreditkan para mahasiswa yang memang kurang berduit. Akhirnya, setelah bermalam-malam menunggu wahyu dengan minum air kelapa, kami pun memutuskan untuk berbaik hati dan memberikan, nilai 7 dari 10. Jajaled!



Ps: Oh ya banyak penjual jajanan jajanan juga di depan restoran ini, ada kueh ape, buah dukuh, dan risol. Tampaknya memang restoran ini di-desain buat makan siang bapak-bapak, ibu-ibu, dan para pegawai kantoran.

1 comment:

  1. Makan pakai lalapan ditambah sambal pastinya selalu mantap....!!

    ReplyDelete