Road Cafe de fame

nah nah nah ini ialah review collaboratif antara disasterhead dan rega ayundya putri. sekelar nonton camera obscura di "INDIE"fest yang penampilannya mediocre dan persis seperti di cd, eh mp3nya, (suspended from class ga dimaenin boohoo) saya memutuskan untuk mencari makan didinginnya malam di bandung. setelah melihat list tempat makan yang dibuat oleh mahasiswa dan mahasiswi senirupa ITB yang bernama riar dan rega yg juga merupakan kontributor jajalable, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Road Cafe de fame yang terletak di jalan cilaki. segera meluncur.hmmm ini menunya, wah harga steak2nya murah2! bawaannya pengen mesen semua hauahahahahh...
Terderloin Steak, 15.500 rupiah! wahh murah! meskipun dagingnya agak tipis.. tapi memang sepadan dengan harganya.
Chicken Tagalog, 15.500 rupiah juga :D, seperti ada paprika dan spaghetti dipinggirannya, bumbunya saya kurang suka, seperti bumbu instan gitu, kurang natural rasanya *halahh*Mexican Beef Steak, lagi lagi 15.500 rupiah. ckckckck. ini seperti beef dengan saus sate padang pedes gituhhahaha mexican is the new padang ya knowSpecial Menu, 22 ribu, termasuk menu yang paling mahal disini, wah gileee 22 ribu paling mahal!!! bentuknya dan bumbunya sama saja seperti chicken tagalog namun isinya daging beef dan keju.Ice Chocolate, 6 ribu rupiah. minuman yang cukup menghibur, namun justru harganya kok yg ini malah agak over yah?!

dari Rega :

Namanya saja S-T-E-A-K, dari huruf-huruf yang dipilih sudah terlihat bagaimana mahalnya makanan yang satu ini. Jadi jangan berharap banyak kalau kamu menemukan steak yang murah, karena pada dasarnya steak adalah makanan mahal. Andalan dari Road's Cafe ini selain harganya yang terjangkau (15,500), sudah termasuk pasta, porsinya yang tidak neko-neko, variasi steaknya pun banyak.

Tapi tunggu dulu, daftar steak mereka boleh banyak dengan judul bermacam-macam, tapi toh pada akhirnya saos yang dihadirkan pada setiap steak tidak jauh berbeda satu sama lain. Yang berbeda mungkin adanya tambahan bawang atau paprika, mungkin juga pewarna dan cabai (curiga supaya bisa makin dibanyak-banyakin variasinya). Sekilas memang enak, manis, dagingnya empuk pula, tapi sayang kurang nendang. Ya balik lagi, namanya juga steak murah, what can you expect? Jadi dengan berat hati saya berikan nilai 6,3. Steak road's cafe disarankan cuma untuk mengenyangkan perut, bukan lidah, apalagi hati.

ps: tampaknya tiap waiter (bukan waitress)-nya menghapalkan deskripsi dari tiap menu satu-satu, karena jawabannya persis seperti waktu saya mau ujian biologi dulu di SMP.


ini billnya, maaf rada ngaco. overall menurut saya makanannya rasanya biasa, namun harga luar biasa murah, saya kasih 6.9 dari 10 saja deh heeheh. JAJALED!

4 comments:

  1. wahh.. road cafe udh ada dr ge kecil nih..
    jaman2nya sd jalan2 sm spupu gw muter2 bandung, makan di jl. cilaki.. di traktir sm spupu gw yg udh gede mkn disini,, wahaaha.. murah meriah..

    ReplyDelete
  2. "Steak road's cafe disarankan cuma untuk mengenyangkan perut, bukan lidah, apalagi hati."

    sebagai ex-mahasiswa bandung, gw setuju banget ama kalimat ini, hahaha

    ReplyDelete
  3. wah iya ktnya dulu mulai jualannya dari gerobak! gak kebayang steak tp pk gerobak.

    ReplyDelete
  4. wah hahaha iya kl dompet mahasiswa memang susah ya

    ReplyDelete