Miyatako

saya hampir melompat ketika melihat ada gerai Takoyaki yang berkilau di area foodcourt WTC ini, dan tanpa ragu2 saya beserta wahyu langsung segera mengantre di depan gerai.


Image and video hosting by TinyPic


1 kotak berisi 8 takoyaki dengan segelas Macha Tea, yang dikira air tebu oleh ibu2 di depan saya.


Macha Tea nya berwarna hijau pekat, seperti air kolam ikan, bagi yang ga begitu suka green tea atau pun sejenisnya mungkin tidak akan berselera bila melihat penampakan segelas air kolam ini. tapi untuk rasanya sendiri, sebetulnya enak, walaupun masih jauh dari rasa ocha yang sebenarnya. tidak terlalu pahit, ada sedikit rasa milky, walaupun tidak terlalu jelas. tapi cukup enak, hanya saja jangan bayangkan rasa macha yang ada di gerai2 penyedia es green tea lainnya.


Image and video hosting by TinyPic


Takoyakinya gendut2, terlalu besar untuk dilahap dalam satu suapan. dan serunya Takoyaki ini disajikan bersama amunisi persausan yang tidak pelit2. si mbak menebar saus serta mayonaise hingga permukaan takoyakinya hampir tidak terlihat. ditambah, nori serta katsuoboshi yang melimpah, dan sebagai ekstra, takoyaki ini dibubuhi bubuk cabe sesuai selera pembeli.


Image and video hosting by TinyPic


dibanding takoyaki2 yang pernah saya makan, Miyatako ini termasuk enak, walaupun belum bisa menyamai takoyaki di Kamome. Gendutnya si tako tidak kopong seperti kebanyakan takoyaki2 lain yang mengumbar ukuran tako. isinya padat, dan creamy. cream takoyakinya pun tidak terlalu berasa seperti adonan tepung biasa, dia lebih gurih, just like what i've expected from a takoyaki.. walaupun fakta tidak adanya jahe di dalam adonan itu sedikit memberikan efek membosankan pada rasa tako ini. lucunya, sebagai ganti dari jahe, takoyaki ini dibubuhi semacam tanuki, seperti kremesan sisa gorengan tepung. agak aneh memang, tapi memberikan tekstur yang lebih kaya pada takoyakinya. Namun, katsuoboshi yang digunakan sebagai taburan tako ini, agak hambar, tidak seasin dan segurih katsuoboshi yang biasa saya makan, warnanya pun lebih pucat dari biasanya. dan saus takoyakinya pun agak terlalu masam.


Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic


kemudian yang amat disayangkan dari takoyaki ini adalah, teknik pembuatannya sangat tidak rapih, adonannya dibiarkan beleberan kemana2, dan setelahnya dijejal paksa ke dalam satu adonan, no wonder takoyakinya begitu gendut, benar2 sebuah tindakan abusive terhadap sebuah takoyaki. lalu, menurut saya pribadi, ada sebuah kesalahan fatal pada saat membuat takoyaki ini: mereka membuat takoyakinya terlebih dahulu, dan baru dihangatkan bila ada yang memesan. sangat2 fatal. memang, bila yang memesan begitu banyak hingga mengantre, hal tersebut bisa jadi lebh praktis dalam penyajiannya. tapi, sebuah takoyaki yang sudah keburu matang lama, rasanya tidak akan begitu enak. tekstur kulitnya tidak lagi crispy, dan mudah tersobek karena bentuknya sudah melembek.


sebetulnya, bila kekurangan2 tersebut bisa diperbaiki oleh gerai Miyatako ini, saya yakin takoyakinya pasti bisa sempurna dan sanggup menyamai takoyaki Kamome. yah sayang sekali.


1 box ( 4 pcs ) = 11.000
1 box ( 8 pcs ) = 22.000
1 Macha Tea = 7.000

paket hemat: 1 box (8 pcs) + Macha Tea = 26.000

1 comment: