Eastern Kopitiam

Ya Tuhan…

aku jatuh cinta…

aku kecanduan kronis pada sesosok toples kecil berisi butir2 merah yang bernama : acar cabe rawit merah….. sampe sekarang pun masih terbayang2, and I still can remember every little bite I took.. enggak kok saya ga mengada2, tp sepertinya seluruh sel otak saya sudah dipenuhi sensasi rasa acar cabe rawit merah, it’s not exactly a main menu though, Cuma satu diantara deretan geng persambalan dan perkecapan yang dihidangkan di meja di Kopitiam, Alamsutra – BSD. But somehow I really cant get it out of my head, sampai2 mau nulis review detail makanan2nya pun jadi sulit, mau bahas pancake duren, yang keinget cabe, mau bahas mantau yang keinget masih juga cabe… so how on earth am I supposed to write the review then? Gimana caranya saya bisa melupakan rasa acar cabe rawit yang begitu segar dan memiliki tingkat kepedasan dan kemasaman yang tepat, hingga tidak bisa membuat tangan berhenti mencapit potongan cabe itu satu per satu (atau dalam kasus saya tiga per tiga)? I can still remember when I bite the crunchy chillies and all of sudden some kind of wonderful colaboration of flavors just spread through my mouth…sheeessh……Sepertinya cabe itu ada peletnya, karena sekarang, pukul 2:32 pagi dan saya masih terus craving cabe rawit…. Have I told you kalo tadi si cabe2 itu saya gadoin…literally? Owyeah I did, sampe setoples penuh itu pun saya habiskan sendiri.

Image and video hosting by TinyPic

Okay cabe, you already have your own paragraph for yourself, so would you kindly get out of my head so I can write about the other menu?...the real menu? Thank you. Kopitiam… dari judulnya aja udah ketauan kalo ini adalah singaporean treats. Walaupun ga semua menu jajanan singapur yang saya harapkan tersedia di sana, tp saya berani jamin, they have an explosive taste.. a good one indeed. They’ve done it beautifully, setiap bumbu yang terkandung dalam tiap menu sepertinya sudah diolah secara serius hingga memberikan dampak yang……… (sok nggantung biar ceritanya ninggalin kesan dramatis mwkakakakak) Saya dan wahyu datang di saat yang sangat tepat di kopitiam: saat kelaparan. So jadinya kami pun memesan makan 2 BABAK saja…. *sungguh sangat mempertegas kegembulan kami*


Image and video hosting by TinyPic
ki-ka: pancake duren, lumpia salad seafood, mantau nayau mas

Gelombang Pertama:

1. Pancake Duren
Terakhir kali saya menyantap menu ini kurang lebih 2 tahun yang lalu, dan saya ga pernah berhasil menemukan menu ini lagi, hingga kemarin. Wahyu, yang begitu benci duren hingga segelintir aromanya pun bisa buat dia mual, dengan baik hatinya kemarin membelikan saya menu ini, begitu benda hijau ini mampir di meja saya langsung tau… walaupun porsinya jauh lebih imut daripada yang pernah saya makan, tp tetap memberikan sensasi yang sama, kulit pancake (atau lebih tepatnya kulit crepe?) berwarna hijau yang lembut dan tipis membalut krim rasa duren yang sepertinya terbuat dari semacam whipcream dan durian manis…hummm sensational, tidak setajam duren secara personal, tp kombinasi whipcream dan crepenya mem-balance dengan sempurna…yummy!! *terimakasih wahyu atas pengorbanannya*

Image and video hosting by TinyPic

2. Hakau
There are sooooo many hakau(s) di jakarta, tp saya belum menemukan yang sesempurna ini. I love hakau, Cuma setelah beberapa kali nyoba menu hakau di berbagai tempat yang menyediakan dim sum, hasil nya tidak pernah baik (dan sering kali berakibat gatal2 secara instan), tapi kali ini saya benar2 membelalakan mata begitu menyantap hakau di kopitiam. Semerbak harum wijen yg menggiurkan, kulit yang lembut dan ga terlalu tebal ataupun terlalu kenyal, gak terlalu berasa tepung, dan udangnya pun sangat segar (terbukti saya tidak mengalami gatal2 setempat), dan sepertinya si udang sudah di-marinate secara baik, karena terasa sangat berbumbu dan gurih.. a very perfect hakau so far…..
Image and video hosting by TinyPic


3. Mantau Nayau Mas
Mantau goreng yang sangat renyah dan diisi fla dari kuning telur dan jagung…nyummm ini enak banget. Si fla kuning di dalam mantau ini awalnya kami kira srikaya, karena rasanya cukup mirip Cuma tidak terlalu manis. Dan fla ini seperti kejutan setelah menggigit tekstur mantau goreng yang renyah dan dtiabur gula caster.. Image and video hosting by TinyPic

4. Lumpia Salad Seafood
Bayangkan risoles, tapi kali ini isinya salad wortel dan kol merah (I cant found any seafood hidden there, so why bother naming it Salad Seafood..?) dengan saus mayonaise homemade yang manis, dibalut kulit risoles yang tippppissss dan serta tepung roti yang renyah.. got the picture? Now go taste it, it’s too good to be missed :P
Image and video hosting by TinyPic


5. Bakpau ayam charsiu
3 bongkah bakpau imut, dengan tekstur yg fluffy, dengan stuffing ayam charsiu yang cukup enak. Sayangnya saya sedikit kecewa dengan menu ini, bukannya ga enak, Cuma tidak sesuai dengan gambaran rasa di otak saya (to be perfectly honest, gambaran yang ada di kepala saya adalah bakpau haram asal kelapa gading yang tak terlupakan), mungkin sedikit terlalu manis dan kurang gurih, but still it’s a good one.

Image and video hosting by TinyPic


Gelombang 2:

Masih belum puas dengan menu segambreng di atas, saya dan wahyu belanjut di babak 2: nasi hainan bebek panggang dan nasi hainan ayam charsiu.. dengan sok pedenya kami memesan set menu tersebut.. dan yang dateng porsinya buanyaaaakkkkk, my tummy nearly exploded last night (-,-).

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

1. Bebek panggang
Bebek panggangnya (walaupun terlihat sangat menggiurkan), tp tidak memiliki rasa yang begitu spesial. Tidak amis dan cukup gurih, tp rasanya terlalu safe. Tekstur dagingnya cukup empuk, namun kulitnya kurang crispy sedikit. Sayang sekali, seandainya saja dia cukup berani untuk eksplor perbumbuan bebek seperti rasa2 yang berani di kelompok menu dim sum.

2. Gravy
…dan ternyata jawaban dari pertanyaan besar mengapa si bebek rasanya terlalu save, ada di sini. Saus bebeknya: perfect. Dengan gurih dan rasa manis yang tepat… the gravy itself could stand alone as a perfect menu. Benar2 menutup rasa bebek yang biasa2 saja

3. Ayam charsiu
…tapi sayangnya si gravy kurang cocok dengan lauk pesanan saya yang ini, padahal dihidangkan di satu paket yang sama. Karena ayam charsiu kopitiam ini rasanya sudah sangat manis, jadi begitu di dipped dalam saus tersebut, akhirnya malah manis keterlaluan, so I barely touch the gravy.. si ayam charsiu ini dimasak lebih cocok disantap dengan kecap asin (saya berani bersumpah kalo kecap asin yg mereka pakai adalah kecap asin merk kikoman) dan acar cabe rawit merah (…yang sudah saya jelaskan habis2an satu paragraph sendiri di awal review). Si ayam charsiu ini dihidangkan bersama kacang tanah dan telur pindang.

4. Nasi hainan
Nasib si nasi hainan pun hampir sama dengan bebek panggang: nyaris tawar. Tidak berminyak, kurang harum dan hampir tidak terasa jahe-nya, amat disayangkan sebetulnya… and the worst part… porsinya buaaannnnyaaakkkk, sampai2 ga sinkron dengan lauknya.

5. Soup Two thumbs up.
Kuah kaldu ayam ini sangat gurih dan harum minyak wijen, begitu disantap langsung memberikan efek hangat di perut, sedikit kurang asin memang, tp kalo itu sih Cuma soal selera hhehehehhehe…..nyummmm

6. Sambal Ini adalah salah satu elemen terbaik dipaket ini, biasanya sambal nasi hainan adalah sambal yang tidak pernah saya sentuh, karena biasnya terlalu bau jahe dan terlalu encer, tp kali ini rasanya benar2 explosive! Sangat gurih dan harum cabe yang berbaur dengan aroma jahe membuat cabe ini sangat menggiurkan, diselingi rasa bawang putih dan memberikan efek aftertaste yang pedas menusuk… cukup baik menutupi rasa charsiu yang terlalu manis..

Sebetulnya masih banyak deretan menu yang ditawarkan, ada roti bakar yang tebelnya ngalah2in novel, geng mie bebek dan bihun2an, ada horlics serta longan iced tea untuk bagian minuman, dan kalo nda salah ada bubur2annya (yang saya percayai adalah chinesse poridge yang selalu saya idamkan), tapi sayangnya perut kami sudah mencapai kapasitas maksimalnya, dan ga mungkin buat dijejalkan menu2 lainnya….. :P

Dan akhirnya 2 babak menu tersebut ditutup dengan dua gelas kopi tarik dingin yang pada awalnya, saya kira ga akan jauh dari kopi ping di ya kun kaya toast yang sangat gurih, harum, dan tasty, tp ternyata….. saya dibuat sangat kecewa: yang datang berupa 2 gelas es kopi yang saya berani jamin rasanya nescafe (-,-), sayang sekali memang, mengingat kedai ini menjanjikan menu2 singaporean, dan kopi tarik seharusnya bisa menjadi sesuatu yang khas.

Image and video hosting by TinyPic

Basicly, kopitiam is a highly-recommended restaurant. They offer splendid bunch of taste that I can promise you, you wont forget, dengan harga yang cukup nyaman dikantong: 8ribu – 11ribu untuk seporsi di kelompok menu dimsum2an, 24ribu-29ribu untuk menu paket nasi hainan yang super banyak itu. ditambah lagi untuk nostalgia bagi yang kangen2 jajanan singapur, dan tempatnya sendiri sangat nyaman buat nongkrong2, very bright and beautifully designed, oia…dan tersedia wi-fi yang ngacirr berad… kurang apalagi coba? (selain jauh banged ya tempatnyaa)

*setelah menulis 3 halaman review….saya pun masih kepikiran si acar cabe rawit merah….arghhhhhhhhhh mereka sudah menginvasi otak sayaaaaa!!!!

2 comments:

  1. gilaa...kok lo demennya cabe sih ne? hahaha

    ReplyDelete
  2. hihihi tulisan nechan!

    ReplyDelete